Kamis, 04 Juni 2026 | 08:51
NEWS

Pilih Paspor Amerika Serikat Setelah Raih Emas untuk Indonesia, Ini Alasan Tony Gunawan

Pilih Paspor Amerika Serikat Setelah Raih Emas untuk Indonesia, Ini Alasan Tony Gunawan
Tony Gunawan (Twitter/@Lalalasayq)

ASKARA - Kisah Tony Gunawan yang memilih paspor Amerika Serikat setelah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 menjadi salah satu cerita paling menarik dalam sejarah bulu tangkis nasional.

Tony Gunawan dikenal sebagai salah satu pebulu tangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, khususnya di nomor ganda putra.

Bersama Candra Wijaya, Tony Gunawan menjelma sebagai pasangan elite dunia. Sejumlah gelar bergengsi berhasil mereka raih, di antaranya All England 1999 dan Malaysia Open 1999.

Puncak prestasi keduanya terjadi saat Olimpiade Sydney 2000, ketika Tony/Candra sukses merebut medali emas setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Lee Dong-soo/You Yong-sung, dengan skor 15-10, 9-15, dan 15-7 di partai final.

Usai Olimpiade Sydney 2000, Tony Gunawan memutuskan berpisah dengan Candra Wijaya. Ia kemudian membentuk duet baru bersama Halim Haryanto.

Keputusan tersebut terbukti tepat, karena Tony Gunawan/Halim Haryanto sukses menjuarai Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2001 yang digelar di Sevilla, Spanyol.

Di final, mereka menang telak atas pasangan Korea Selatan Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon dengan skor mencolok 15-0 dan 15-3.
Namun, di usia yang masih tergolong produktif, yakni 27 tahun, Tony Gunawan mengambil keputusan besar dengan meninggalkan paspor Indonesia.

Salah satu alasan utamanya adalah ketatnya persaingan di sektor ganda putra Indonesia, sehingga ia ingin memberi ruang bagi regenerasi pemain muda Tanah Air.

Di saat bersamaan, Tony Gunawan mendapat tawaran dari Amerika Serikat untuk berkiprah sebagai pemain sekaligus pelatih.

Kesempatan tersebut membuka jalan baru dalam kariernya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Menetap di Amerika Serikat tidak membuat prestasi Tony Gunawan meredup. Berpasangan dengan Howard Bach, Tony Gunawan justru kembali mencatat sejarah dengan merebut gelar juara dunia ganda putra 2005.

Di partai final, pasangan Amerika Serikat tersebut mengalahkan ganda Indonesia Candra Wijaya/Sigit Budiarto dengan skor 15-11, 10-15, dan 15-11.

Menariknya, setelah itu Tony Gunawan kembali berpasangan dengan Candra Wijaya. Duet lintas negara ini sukses menjuarai Japan Open 2007 usai mengalahkan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto di final dengan skor 21-18 dan 21-17.

Kini, Tony Gunawan menetap di Amerika Serikat dan lebih fokus mengembangkan akademi bulu tangkis miliknya.

Lewat peran sebagai pelatih dan pembina, Tony Gunawan terus berkontribusi dalam mencetak generasi baru atlet bulu tangkis dunia, melanjutkan dedikasinya terhadap olahraga yang telah membesarkan namanya.

Komentar