Tim Kesehatan BARET ICMI: Bencana Aceh Masuki Fase Wabah Penyakit
ASKARA - Hampir sebulan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tengah, masyarakat kini dihadapkan pada fase baru yang mengkhawatirkan, yakni meningkatnya risiko wabah penyakit.
Hal tersebut disampaikan dr. Fitri Fatimah, Tim Kesehatan Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (BARET ICMI) Aceh, berdasarkan hasil tinjauan langsung di lapangan. Menurutnya, kondisi lingkungan pascabencana yang belum pulih sepenuhnya menjadi faktor utama munculnya berbagai penyakit di tengah masyarakat terdampak.
“Berdasarkan pemantauan kami, masyarakat kini mulai memasuki fase musim wabah penyakit. Ini membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi,” ujar dr. Fitri Fatimah, Kamis (25/12)..
Sebagai langkah antisipasi, dr. Fitri Fatimah bersama tim medis lainnya secara sukarela melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis dengan mendatangi posko-posko pengungsian serta desa-desa yang terdampak banjir dan longsor di Aceh Tengah.
Adapun jenis penyakit yang paling banyak dialami warga antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), demam, serta penyakit kulit. Penyakit tersebut umumnya dipicu oleh lingkungan yang tidak sehat, keterbatasan air bersih, serta asupan gizi yang belum terpenuhi secara optimal.
Dukungan penuh terhadap upaya layanan kesehatan ini juga diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat Badan Reaksi Cepat ICMI (DPP BARET ICMI) sebagai bagian dari komitmen kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
dr. Fitri Fatimah berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah agar proses pemulihan wilayah terdampak dapat dipercepat. “Aceh Tengah merupakan daerah strategis, termasuk sebagai penyumbang devisa nasional melalui sektor kopi Arabika Gayo. Pemulihan kesehatan masyarakat menjadi kunci agar roda kehidupan bisa kembali berjalan,” pungkasnya.

Komentar