Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25
NEWS

HARI IBU

Musyawarah Ibu Bangsa Rumuskan 12 Isu Strategis

Musyawarah Ibu Bangsa  Rumuskan 12 Isu Strategis
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (tengah) pada Musyawarah Ibu Bangsa 2025. (dok KWP)

ASKARA-Kemarin, bertepatan dengan Hari Ibu, MPR menggelar Musyawarah Ibu Bangsa 2025.Menurut anggota DPR Nurul Arifin, musyawarah telah merumuskan 12 isu strategis perempuan dan tidak boleh boleh berhenti sebagai wacana.

"Seluruh poin harus diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata agar benar-benar berdampak bagi perempuan Indonesia.Inti dari perjuangan ini adalah tidak mendomestifikasi perempuan, tapi mendorong perempuan untuk terus berkiprah sesuai dengan kemampuannya, kehendaknya, dan bisa memiliki otoritas atas dirinya,” ujar Nurul dalam keterangan tertulis, Selasa (23/12/2025)..

Politsi perempuan Partai Golkar ini mengatakan, 12 isu strategis tersebut mencakup beragam tantangan lintas sektor yang dihadapi perempuan saat ini. Mulai dari kekerasan dan eksploitasi, ketimpangan ekonomi, kesehatan, politik dan representasi, hingga isu lingkungan, krisis iklim, digitalisasi, budaya pop, identitas, disabilitas, serta interseksionalitas. .

Tak itu saja, isu lain juga menyinggung reformasi hukum, sektor kemanusiaan, kampus, hingga birokrasi yang berkeadilan gender. Menurutnya, sebagian isu sebenarnya sudah memiliki payung hukum..

Namun, kelemahan terbesar ada pada implementasi di lapangan. Karena itu, ia menekankan perlunya komitmen berkelanjutan dari parlemen agar regulasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh perempuan..

“Sebetulnya semua undang-undang itu sudah menampung ya. Memang belum semua, tapi lebih banyak bukan masalah hukum, tapi masalah ide. Itu akan kami masukkan untuk perayaan satu abad pergerakan perempuan nanti,” jelasnya..

Dalam konteks legislasi, Nurul melihat pentingnya percepatan pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan RUU Pemilu. Ia menekankan bahwa proses rekrutmen politik harus menjamin keterlibatan perempuan secara adil, tanpa diskriminasi..

"PR kita adalah terus mendorong, terutama soal rancangan undang-undang pemilu. Di setiap rekrutmen harus menyertakan perempuan. Tidak cuma perempuan, tapi semua anggota juga harus sama,” tegasnya..

Momentum Musyawarah Ibu Bangsa 2025 yang bertepatan dengan Hari Ibu disebut Nurul sebagai tonggak penting. Ia menegaskan, perjuangan atas 12 isu strategis bukan untuk membatasi peran perempuan di ranah domestik, melainkan membuka ruang lebih luas agar perempuan bisa menentukan pilihan hidupnya secara mandiri dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045..

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, pada Musyawarah Ibu Bangsa 2025 kemarin, mengajak seluruh perempuan Indonesia menyatukan pikiran dan langkah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, serupa dengan semangat Kongres Perempuan 1928.

"MPR Ajak Perempuan Indonesia Satukan Pikiran Menuju Indonesia Emas 2045 di Musyawarah Ibu Bangsa,\\\\\\\\\\\\\\\' kata Lestari.

Pihaknya menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menggali aspirasi perempuan bangsa di tengah peringatan Hari Ibu.

"Dari diskusi tadi menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah, tapi pikiran-pikiran luar biasa dari para ibu bangsa bisa disatukan kembali untuk menjahit konteks kebangsaan," ujarnya.

Lestari juga mengingatkan relevansi semangat 1928 yang kini diselaraskan dengan target Indonesia Emas 2045. "Dengan bekerja bersama, semua pikiran bisa disatukan untuk satu tujuan," tambah Lestari. (dry)

Komentar