Kamis, 04 Juni 2026 | 07:15
COMMUNITY

Dialog Nasional SMSI Dibuka Ketua Dewan Pers, Tekankan Media Baru Berbasis Etika dan Kualitas

Dialog Nasional SMSI Dibuka Ketua Dewan Pers, Tekankan Media Baru Berbasis Etika dan Kualitas
Ketua Umum SMSI Firdaus dan Sekjen SMSI Makali Kumar menyerahkan plakat kepada para narasumber Dialog Nasional Refleksi Akhir Tahun 2025 bertajuk “Media Baru Menuju Pers Sehat” di Hall Dewan Pers, Jakarta (Dok SMSI)

ASKARA - Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Dialog Nasional Refleksi Akhir Tahun 2025 bertajuk “Media Baru Menuju Pers Sehat” di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi gagasan untuk memperkuat ekosistem pers nasional di tengah disrupsi teknologi informasi.

Dialog nasional tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Forum ini dihadiri unsur Dewan Pers, pengurus organisasi media, akademisi, pejabat pemerintah, serta praktisi pers dan media digital dari berbagai latar belakang.

Sejumlah anggota Dewan Pers tampak hadir, antara lain Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Wakil Ketua Totok Suryanto, Muhammad Jazuli dari Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Rosarita Niken Widiastuti selaku Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga dan Infrastruktur Organisasi, serta Dahlan Dahi, Ketua Komisi Digital dan Sustainability.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus dalam sambutannya menegaskan bahwa pers memiliki peran sentral dalam membentuk peradaban modern. Ia menyebut informasi sebagai salah satu kekuatan utama yang menentukan arah perubahan sosial, selain faktor ekonomi dan energi.

“Setiap orang memiliki waktu yang sama, 24 jam. Yang membedakan adalah kreativitas, cara berpikir, dan keberanian mengambil peran untuk menghadirkan solusi,” kata Firdaus.

Menurutnya, media siber harus terus meningkatkan kualitas pemberitaan dan menjunjung tinggi tanggung jawab moral agar mampu berkontribusi pada demokratisasi pengetahuan serta penguatan literasi publik.

Sambutan juga disampaikan Dewan Pembina SMSI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Joko Warsito, S.Ip, yang memberikan arahan terkait peran strategis media dalam menjaga persatuan dan kepentingan nasional.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menekankan pentingnya etika, kedalaman gagasan, dan kualitas tulisan dalam kerja jurnalistik. Ia menilai, perubahan besar dalam sejarah selalu diawali oleh kekuatan ide yang disebarluaskan melalui informasi yang bertanggung jawab.

“Peradaban dibangun dari gagasan. Ketika ide ditulis, disebarkan, dan diperdebatkan secara sehat, di situlah pers memainkan peran strategisnya,” ujar Komaruddin.

Ia mengingatkan insan pers agar tidak terjebak dalam arus persoalan yang dangkal, melainkan mampu menghadirkan perspektif solutif dengan berpegang pada nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan kemerdekaan.

Dialog nasional kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang membahas tantangan serta peluang media baru dalam mewujudkan pers yang sehat dan berintegritas. Diskusi dipandu oleh Prof. Dr. Taufiqurachman, A.Ks., S.Sos., M.Si.

Sejumlah narasumber hadir dalam sesi tersebut, di antaranya Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E selaku Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat, Nuzula Anggeraini dari Kementerian PPN/Bappenas, praktisi media baru Hersubeno Arief, Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika, Wakil Ketua Umum SMSI Ilona Juwita, wartawan senior Aiman Witjaksono, serta Koordinator Wartawan Parlemen Dr. Ariawan, S.AP., MH., MA.

Forum ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga independensi, kredibilitas, dan keberlanjutan pers nasional di tengah dinamika media digital yang terus berkembang. 

 

 

 

 

Komentar