Kamis, 04 Juni 2026 | 06:52
NEWS

Koleksi Langka Keluarga Thomas Sukar di Blitar

Benda Antik Bergaya Tiongkok Kuno Jadi Sorotan Pecinta Heritage

Benda Antik Bergaya Tiongkok Kuno Jadi Sorotan Pecinta Heritage
Wadah ritual dalam kebudayaan Tiongkok, Gui (Dok Thomas Sukar)

ASKARA - Sebuah benda antik bergaya Tiongkok kuno milik keluarga Thomas Sukar di Blitar menarik perhatian para pegiat heritage dan pemerhati sejarah lokal. Artefak berwujud wadah upacara dengan dua pegangan melengkung tinggi di sisi kiri dan kanan ini dipajang di ruang koleksi keluarga dan disebut sebagai salah satu benda paling berharga yang diwariskan lintas generasi.

Benda berwarna gelap dengan guratan keperakan itu menampilkan ukiran rumit yang berpola flora, motif awan, hingga ornamen geometris tradisional Tiongkok. Dua lingkaran dengan tulisan beraksara Han menghiasi bagian tengah badan artefak, mengindikasikan simbol keberkahan atau kemakmuran yang lazim ditemukan pada benda upacara zaman kuno.

Secara visual, artefak ini menyerupai "ding" atau "gui", yaitu wadah ritual dalam kebudayaan Tiongkok yang biasanya terbuat dari perunggu dan digunakan dalam persembahan leluhur maupun upacara kerajaan. Bentuk kaki kokoh dengan bukaan lengkung di bagian bawah serta pahatan ornamen yang konsisten di seluruh permukaan menunjukkan kualitas kriya yang tinggi.

Thomas Sukar, menyebut bahwa artefak ini telah berada dalam keluarganya selama puluhan tahun. Meski asal-usul detailnya belum sepenuhnya ditelusuri, keluarga menyimpannya sebagai simbol perjalanan sejarah dan hubungan budaya lintas bangsa.

“Benda ini bukan hanya soal nilai antik, tetapi tentang jejak budaya yang ikut membentuk perjalanan keluarga kami,” ujar Thomas Sukar. “Setiap ukiran seperti menyimpan cerita, baik tentang leluhur, maupun tentang perjalanan peradaban Asia di masa lampau.”

Koleksi ini kini menjadi salah satu pusat perhatian tamu yang berkunjung ke kediaman keluarga Thomas Sukar. Banyak pemerhati seni dan sejarah lokal berharap artefak tersebut kelak dapat diteliti lebih mendalam oleh ahli metalurgi dan arkeologi untuk memastikan usia, bahan, serta konteks historisnya.

Di tengah derasnya modernisasi, keluarga Thomas Sukar menjadi contoh bagaimana warisan budaya dapat dijaga dengan penuh hormat. Benda antik ini bukan sekadar pajangan, melainkan saksi bisu dari lintasan waktu, memadukan seni, sejarah, dan identitas keluarga yang tetap lestari di Blitar.

 

 

Komentar