Rabu, 22 Juli 2026 | 01:13
COMMUNITY

Dosen HI Moestopo Soroti Dinamika Global South dalam Forum Internasional Argentina-ASEAN

Dosen HI Moestopo Soroti Dinamika Global South dalam Forum Internasional Argentina-ASEAN
Webinar dinamika global south dalam forum internasional Argentina–ASEAN (Dok Panca)

ASKARA - Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kembali menegaskan posisi strategisnya dalam jaringan akademik internasional. Pada akhir November 2025, salah satu dosen Hubungan Internasional FISIP Moestopo tampil sebagai pembicara utama dalam forum internasional bertajuk “Bridging Hemispheres: Argentina’s Foreign Policy and ASEAN Engagement” yang digelar secara daring melalui Webex. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Universitas Moestopo, Universidad Nacional de Quilmes (UNQ) Argentina, dan Universiti Utara Malaysia (UUM).

Dalam presentasinya, Kepala Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Moestopo, Nadirah, M.A., menekankan bahwa kebangkitan Global South kini menjadi salah satu penggerak utama perubahan struktur politik dunia. Ia menilai soliditas negara-negara berkembang semakin kuat melalui institusi alternatif, kerja sama Selatan–Selatan, dan kemampuan membangun pengaruh dalam rantai nilai global.

Dari Argentina, Prof. Ignacio Ortiz Vila (UNQ) menguraikan evolusi kebijakan luar negeri Argentina dari era Infamous Decade hingga pemerintahan Presiden Milei. Ia menyoroti bahwa perubahan lanskap global mendorong Argentina membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan negara-negara ASEAN, baik dalam aspek ekonomi, politik, maupun pendidikan.

Sementara itu, akademisi UUM, Prof. Dr. Mohd Azizuddin Mohd Sani, memaparkan meningkatnya intensitas hubungan Malaysia–Argentina. Ia mencontohkan nilai perdagangan dua arah yang mencapai USD 1.76 miliar pada 2024, kerja sama energi melalui proyek LNG Petronas–YPF, serta meningkatnya minat industri Argentina terhadap sertifikasi halal Malaysia.

Partisipasi Universitas Moestopo dalam dialog internasional ini menjadi bukti konsistensi kampus dalam memperkuat jejaring global dan kontribusi akademik Indonesia. Forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi lintas negara bagi pengembangan keilmuan dan diplomasi pendidikan di masa mendatang.

 

Komentar