Senin, 20 Juli 2026 | 20:30
NEWS

Basarnas Medan Evakuasi Ratusan Warga Terjebak Banjir di Besitang

Satu Lansia Ditemukan Meninggal

Basarnas Medan Evakuasi Ratusan Warga Terjebak Banjir di Besitang
Basarnas Medan evakuasi lansia yang ditemukan meninggal (Dok Basarnas)

ASKARA - Tim Operasi SAR Nasional dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan terus melakukan upaya penyelamatan terhadap warga yang terjebak banjir di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, sejak Selasa (25/11). Banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu malam, merendam permukiman dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Setibanya di lokasi pada Selasa pagi, Tim Rescue Basarnas Medan langsung bergerak melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan peralatan SAR air untuk mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terendam. Ratusan warga berhasil dievakuasi ke titik aman, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Namun di tengah upaya evakuasi tersebut, tim menemukan satu orang lanjut usia dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB. Korban, pria bernama Rusli (63), ditemukan di dalam rumahnya yang telah terendam. Jenazah segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga serta aparatur desa setempat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., yang bertindak sebagai Search Mission Coordinator (SMC), menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya korban.
“Kami turut berbelasungkawa atas korban jiwa yang ditemukan dalam operasi ini. Tim sudah berupaya maksimal mengevakuasi seluruh warga yang terjebak banjir. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Sumatera Utara masih cukup tinggi,” ujarnya.

Hery Marantika menegaskan bahwa Basarnas Medan akan terus menempatkan personel di lokasi untuk memantau perkembangan situasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Langkat, TNI-Polri, dan perangkat desa guna memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Hingga malam hari, sebagian besar warga telah dipindahkan ke pos pengungsian sementara. Sementara itu, kondisi banjir masih dalam pemantauan intensif. Basarnas Medan mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air.

 

Komentar