Senin, 13 Juli 2026 | 00:55
NEWS

HARI GURU NASIONAL

Puan Maharani Ingatkan Pemerintah Sejahterakan Guru

Puan Maharani Ingatkan Pemerintah Sejahterakan Guru
Guru dengan siswanya. (dok)

ASKARA-Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi setinggi tingginya seluruh guru di Indonesia dalam momentum Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November.

Politisi perempuan PDI Perjuangan ini harap peran guru semakin memperkuat sekolah sebagai lingkungan yang aman di tengah maraknya kasus perundungan atau bullying belakangan ini. Apalagi, Hari Guru tahun 2025 ini mengusung tema ‘Guru Hebat, Indonesia Kuat’.

"Apalagi tema Guru Hebat, Indonesia Kuat tersebut bukan sekadar slogan, tetapi pengingat nyata bahwa daya tahan bangsa ditentukan oleh kekuatan moral, karakter, dan keteguhan guru dalam membimbing generasi muda," kata Puan Maharani di gedung DPR, Selasa (25/11/2025).

Tugas guru saat ini menurutnya jauh lebih berat dibanding dekade sebelumnya. Guru, ujarnya tidak hanya mengajar, tetapi menjadi penjaga nilai moral, pelindung siswa dari kekerasan dan perundungan, pembimbing dalam era informasi yang tidak terbendung, serta figur yang menjaga arah pembentukan karakter generasi muda," kata Puan.

“Di tengah arus informasi yang deras, pengaruh negatif dari media sosial, dan maraknya perundungan, guru adalah benteng moral terakhir bagi anak anak kita," ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPR RI itu.

Pihaknya kemudian menyinggung soal maraknya kasus perundungan di sekolah yang beberapa di antaranya berujung pada luka berat, trauma psikologis, hingga kematian.

Puan mengatakan banyak kasus yang menunjukkan bahwa perundungan terjadi karena lemahnya pengawasan lingkungan sekolah, kurangnya pendampingan karakter, dan pengaruh negatif digital yang tidak terfilter.

Guru, ujarnya memiliki peran sentral dalam mencegah perundungan, melalui pendidikan karakter yang konsisten, pemantauan interaksi siswa, pembentukan budaya sekolah yang inklusif dan aman.

"Namun tanggung jawab ini tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada guru. Negara dan sekolah harus menghadirkan sistem yang mendukung," tegas Puan.

Secara khusus, Puan menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas kasus perundungan yang kembali merenggut nyawa peserta didik di Indonesia baru-baru ini. Termasuk kasus yang menimpa siswa MH di Tangerang Selatan serta TA, siswa SD di Wonosobo, yang meninggal dunia akibat dugaan pengeroyokan oleh teman sekolahnya.

“Rangkaian peristiwa ini merupakan alarm nasional bahwa kekerasan di lingkungan sekolah telah mencapai tahap yang fatal, bukan lagi sekadar perilaku bermasalah antar siswa,” katanya.

Puan pun menegaskan harus ada penanganan lebih lanjut terkait kasus perundungan. Sementara soal penegakan hukumnya, ia mengingatkan agar disesuaikan dengan kriteria peradilan anak dan perlindungan anak.

“Eskalasi kasus perundungan, dari kekerasan verbal, intimidasi sosial, hingga penganiayaan fisik yang menyebabkan kematian adalah bukti bahwa sistem perlindungan anak di sekolah kurang bekerja dengan baik,” ungkap Puan.

Oleh karena itu, negara tegasnya harus hadir dengan langkah korektif yang bersifat menyeluruh, bukan parsial atau seremonial.

Keselamatan anak di sekolah kata Puan, bukan hanya tanggung jawab guru atau kepala sekolah, tetapi tanggung jawab negara.

Pihaknya pun mendorong adanya pedomanan khusus yang mengatur mengenai masalah bullying, apalagi tren bullying di Indonesia sudah semakin meningkat sehingga diperlukan penanganan komprehensif untuk mengurangi dan mencegah bullying.

“Tentunya termasuk peran guru agar semakin dimaksimalkan untuk mencegah aksi-aksi bullying di lingkungan pendidikan,” ujar Puan.

Puan juga mengingatkan kepada pemerintah agar memperhatikan secara serius nasib guru. Sebab tanpa perhatian dari pemerintah dalam meningkatkan kesejahtera dan kondisi kerja mereka, komitmen guru tidak akan maksimal.

Menurut Puan, masih banyak guru yang bekerja dengan beban berat, menerima penghasilan tidak layak, ditempatkan di daerah terpencil tanpa fasilitas pendukung, namun tetap dituntut menjadi teladan moral dan akademik.(dry)

“Guru adalah fondasi peradaban

Komentar