Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:41
COMMUNITY

Indonesia Tuan Rumah Asian Champions League Sepakbola Mini

Indonesia Tuan Rumah Asian Champions League Sepakbola Mini
Eric Tuapattinaya, Ketua Umum FSMI foto bersama usai memberikan keterangan pers (Dok Askara)

ASKARA – Mulai hari ini Indonesia  menjadi tuan rumah Turnamen Sepakbola Mini Antar Klub Terbaik Asia: Asian Champions League 2025. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di ASIOP Stadium, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 17-23 November. Sebanyak 12 klub yang mewakili 10 negara akan memperebutkan gelar juara.

“Indonesia memiliki kesempatan untuk menang karena kekuatan dari sepuluh negara yang ikut di kompetisi ini cukup berimbang. Bagi FSMI (Federasi Sepakbola Mini Indonesia, red) yang menaungi sepakbola mini di Indonesia, kompetisi ini memberikan wadah kepada para penggiat cabang olahraga ini  yang sudah menjamur di Indonesia. Ini merupakan momentum bersejarah bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya turnamen antarklub sepakbola mini terbesar di Asia digelar di tanah air,” kata Eric Tuapattinaya, Ketua Umum FSMI saat memberikan keterangan pers. Keberadaan kompetisi ini diharapakan juga dapat membuat semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengenal dan mau memainkan cabang olahraga ini.

Indonesia menurunkan dua klub, yaitu Rangers dan Barber United. Peserta lain adalah Bungreave United, RTA (Uni Emirate Arab), Aslm (Oman), Al Atta Sport (Lebanon), Setarengan Somekan Jahrom (Iran), Bangkrirk FC (Thailand), Abdul FC (Pakistan), Abdul FC (Pakistan), EPG (Jepang), Nafar Sport Club (Irak), dan MAI India (India). Kedua belas tim ini akan dibagi menjadi tiga grup A-C yang masing-masing terdiri dari empat tim. Menggunakan format round robin, dimana setiap tim bertanding satu kali melawan setiap tim lain di grupnya. Juara dan runner up grup lolos ke perempat final. Dua tim peringkat ketiga terbaik juga lolos ke perempat final. Jika pertandingan berakhir imbang di babak knock out, pertandingan dilanjutkan dengan durasi perpanjangan waktu 2x5 menit. Pertandingan semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final merupakan pertandingan satu leg. Pertandingan dimainkan dalam waktu normal 2x25 menit.

Selain menggelar turnamen antarklub terbesar di Asia, rangkaian ACL 2025 juga menghadirkan pelatihan wasit bersertifikasi nasional, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan FSMI. Pelatihan ini diikuti 12 wasit lokal dan dipimpin oleh instruktur serta evaluator dari World Mini Football Federation (WMF), yakni Afgan Hamzayev dari Azerbaijan. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas perangkat pertandingan minifootball di Indonesia.

Masyarakat dapat ikut menyaksikan pertandingan ini secara langsung, terutama untuk memberikan dukungan kepada dua klub Indonesia.

 

 

Komentar