Rabu, 22 Juli 2026 | 00:13
NEWS

Kemenpora Tuntaskan Evaluasi 52 Cabor : Prioritaskan yang Berpotensi Medali Berangkat ke SEA Games 2025

Kemenpora Tuntaskan Evaluasi 52 Cabor : Prioritaskan yang Berpotensi Medali  Berangkat ke SEA Games 2025
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono (Dok Rizal)

ASKARA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)  telah menuntaskan proses evaluasi atau review terhadap 52 cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga di ajang SEA Games 2025 Thailand. Langkah 
ini menjadi tahapan.penting sebelum penetapan kontingen  Indonesia di ajang pesta olahraga multievent se- Asia Tenggara tersebut.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11).

Menurutnya seleksi dilakukan ketat dan berbasis data. “Proses review antara cabor dan Tim Review kadang berlangsung alot. Ada cabor beregu yang belum pernah ikut ajang internasional, kita minta data. Kalau atletnya cedera, terpaksa digantikan,” jelas  Surono.

Terkait hal itu, lanjut Surono, pekan depan akan digelar rapat pleno bersama Kemenpora--yang dihadiri Menpora, Wamenpora, dan Sesmenpora-- KOI, dan KONI untuk menentukan jumlah akhir cabang olahraga dan atlet yang dikirim.

Ditambahkannya, cabor yang benar-benar berpotensi mendapat medali yang akan di kirim. Cabor terukur lebih mudah menganalisisnya, sementara cabor beregu dan bela diri agak sulit karena sifatnya subjektif.

Di SEA Games 2025 Thailand,  Indonesia menargetkan tetap berada di posisi tiga besar seperti SEA Games 2023 Kamboja. "Di Kamboja, kita mendapat 87 emas. Karena ada beberapa nomor tidak dipertandingkan di Thailand,  Indonesia kehilangan 41 emas. Namun, ada peluang 32 emas dari nomor baru. Jadi target realistis Indonesia sekitar 78–80 emas," ungkap Surono.

Pihaknya tetap optimis, ada tambahan medali,  karena ada beberapa cabang olahraga juga telah melakukan training camp di luar negeri untuk meningkatkan performa. Namun,  demikian ditegaskannya, , hanya cabang dan atlet yang berpeluang meraih medali yang akan diberangkatkan nantinya.

Terkait pelyan cabor sepak bola, Surono mengatakan akan tetap menjadi perhatian utama meski sifatnya tidak terukur. “Sepak bola olahraga beregu, tidak terukur, persentase penampilannya turun naik, apalagi nanti Thailand jadi tuan rumah,” ujarnya.

Meskipun Indonesia berstatus juara bertahan SEA Games 2023, target medali emas tidak menjadi beban utama. “Kita harapkan mereka tampil dalam penampilan terbaik, step by step bisa menang hingga akhirnya meraih medali. Apa pun medalinya, akan kita analisis,”  kata Surono, seraya menambahkan  selain tuan rumah Thailand,  negara lainnya juga  harus dipantau, seperti Vietnam, Malaysia dan Filipina.

Sedan untuk cabor panjat tebing yd g juga di pertandingan di Thailand nanti, Surono mengaku optimis, meski Indonesia menurunkan atlet laous kedua, namun kualitas mereka sudah pada level Asia. "Panjat tebing untuk level Asia Tenggara, kita yakin atjet kita bisa diandalkan untuk.metaih medali,"  ungkapnya pula 

Sementara untuk cabor bulutangkis, lanjut Suruno, tetap menjadi andalan untuk meraih medali. Walau pada awalnya akan menurunkan atlet laous kedua. Namun karena Thailand dan Malaysia menurunkan para atlet utama mereka, maja akhirnya diputuskan Indonesia juga akan menurunkan para para atlet utama di SEA Games Thailand nanti. 

Surono berharap, dengan kombinasi evaluasi berbasis data dan seleksi ketat terhadap cabor berpeluang medali, Kemenpora optimistis Indonesia mampu mempertahankan posisi tiga besar di SEA Games 2025 Thailand.

 

 

Komentar