Rabu, 22 Juli 2026 | 01:06
COMMUNITY

Hari Ke-4 SAGKI 2025

Uskup Kleden Tekankan Etika Tanggung Jawab dalam Gereja Sinodal

Uskup Kleden Tekankan Etika Tanggung Jawab dalam Gereja Sinodal
Mgr. Paulus Budi Kleden, S.V.D ketika menyampaikan homili (Dok Askara)

ASKARA - Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 memasuki hari keempat dengan diawali Misa Kudus yang dipimpin oleh Mgr. Paulus Budi Kleden, S.V.D., didampingi sejumlah uskup dari berbagai keuskupan di Indonesia.

Dalam homilinya, Uskup Kleden mengajak seluruh umat untuk merenungkan makna tanggung jawab dalam kehidupan Gereja Sinodal. Ia menegaskan bahwa apa pun kondisi Gereja, umat perlu menyadari bahwa “Gereja adalah milik Tuhan”, dan setiap orang terpanggil untuk terlibat dalam perutusan kasih dan pelayanan.

“Karena tanggung jawab itu, Yesus berbicara kepada para pendosa dan pemungut cukai. Ia berani meninggalkan yang besar untuk mencari yang hilang,” tutur Uskup Kleden, seraya mengingatkan bahwa etika tanggung jawab lahir dari kesadaran mendalam, bukan sekadar kewajiban formal.

Menurutnya, ketaatan sejati harus berakar pada tanggung jawab, bukan hanya pada kepatuhan tanpa refleksi. “Etika ketaatan harus mengalir dari etika tanggung jawab,” tegasnya.

Menggali pesan Injil hari itu, Uskup Kleden menyampaikan empat sikap penting yang perlu dihidupi dalam Gereja Sinodal: Belarasa, yakni melihat persoalan dengan hati dan kepedulian yang tulus; Kesadaran rasional, memahami secara mendalam apa yang terjadi di sekitar; Kolaborasi kritis, bekerja sama dengan semangat dialog dan kejujuran; Tindakan nyata, bukan hanya berbicara, tetapi sungguh berkarya bagi sesama.

Ia menutup homilinya dengan ajakan agar Gereja senantiasa menjadi tempat yang membuka ruang bagi setiap orang untuk bertumbuh dalam iman, kasih, dan tanggung jawab. “Pertanyaannya, bagaimana Gereja ini sungguh menjadi tanda bagi setiap orang,” ujarnya menutup permenungan, Kamis (6/11).

Suasana misa hari keempat SAGKI 2025 berlangsung khidmat dan penuh refleksi, meneguhkan semangat seluruh peserta untuk terus berjalan bersama dalam terang Kristus menuju Gereja yang semakin sinodal dan berbelarasa.

 

 

Komentar