Senin, 13 Juli 2026 | 03:39
NEWS

Universitas Paramadina Dorong Jurnalis Belajar Kritis dan Berbasis Data

Universitas Paramadina Dorong Jurnalis Belajar Kritis dan Berbasis Data
Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Mutu dan Kerja Sama Prof. Iin Mayasari dan Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan menandatangani MOU bea siswa buat wartawan. (dok KWP)

ASKARA-Universitas Paramadina membuka peluang bagi para jurnalis untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa.

Langkah itu sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan media dalam menyebarkan pengetahuan berbasis data dan empati sosial.

Demikian dikatakan Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Mutu dan Kerja Sama Prof. Iin Mayasari saat menjadi nrasumber dalam diskusi pendidkan dengan tema "Implementasi Beasiswa Pendidikan Untuk Semua Kalangan", di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Diskusi dibarengi dengan penandatanganan nota kesepakatan (memorandum of understanding/MOU) antara Univ. Paramadina dan Koordinatoriat Wartawan Parlemen/KWP untuk beasiswa. MoU itu sendiri ditandatangani Wakil Rektor Univ. Paramadina Bidang Mutu dan Kerja Sama Prof. Iin Mayasari Ketua dan Ketua KWP DR. Ariawan S.AP., MH.MA.

Iin Mayasari mengatakan kerja sama dengan para jurnalis bukan hal baru, melainkan kelanjutan dari komitmen kampus dalam mengembangkan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kolaborasi. Ia menegaskan, dunia pendidikan dan media memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan masyarakat menerima informasi yang benar dan berbasis data.

“Kami meyakini ilmu pengetahuan harus dikembangkan lewat kolaborasi dan diseminasi. Jurnalis adalah mitra penting dalam menyebarkan pengetahuan agar masyarakat tidak salah menerima informasi,” ujar Iin.

Program beasiswa dan kemudahan pembayaran kuliah yang ditawarkan Paramadina, menurutnya merupakan bentuk apresiasi terhadap profesi jurnalis sekaligus dorongan agar mereka terus mengasah kemampuan berpikir kritis.

Dengan pembelajaran di kampus diharapkan membantu para wartawan memahami teori komunikasi yang baik, sehingga bahasa dan struktur pemberitaan menjadi lebih kuat dan bertanggung jawab, katanya.

“Belajar itu tidak harus sendiri. Kami ingin jurnalis bisa mempelajari teori-teori komunikasi agar pemberitaan tidak asal, tapi berbasis data. Ini penting untuk mendorong diseminasi informasi yang berkualitas,” kata Iin.

Dia menegaskan lagi pentingnya keberlanjutan (continuity) dalam kerja sama ini agar menjadi warisan (legacy) yang dapat diteruskan bagi generasi berikutnya, baik dari pihak kampus maupun komunitas jurnalis.

“Kepedulian terhadap masa depan jurnalis adalah investasi penting. Kami menghargai perhatian terhadap kemampuan berpikir kritis dan berbasis data, bukan sekadar menyampaikan informasi,” ujarnya. (dry)

Komentar