Sinergi Sekolah dan Wartawan Diperkuat Lewat Diskusi Komite Sekolah-PWI DKI Jakarta
ASKARA - Komite Sekolah SMK Negeri 56 Pluit, Jakarta Utara, menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta dalam menggelar diskusi bertajuk “Membangun Kepercayaan Publik di Dunia Pendidikan melalui Kemitraan Sekolah, Komite, dan Pers”, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 25 kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK se-wilayah Jakarta Utara I itu bertujuan memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan media massa. Melalui kemitraan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang transparan, pemberitaan yang berimbang, dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, Rohiman, menegaskan pentingnya komunikasi yang konstruktif antara sekolah dan wartawan.
> “Banyak persoalan muncul bukan karena informasinya salah, tetapi karena pesan tidak tersampaikan dengan baik. Dengan sinergi yang positif, kepercayaan publik terhadap pendidikan akan semakin kuat,” ujarnya.
Kepala SMKN 56 Jakarta, Ngadina, mengapresiasi inisiatif kolaborasi ini yang dinilai membuka ruang dialog sehat antara media dan sekolah.
> “Kami ingin kegiatan positif sekolah diberitakan secara benar, profesional, dan berimbang,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, menekankan pentingnya profesionalisme wartawan dalam meliput isu-isu pendidikan.
> “Wartawan sejati bekerja sesuai kode etik jurnalistik, memiliki kompetensi, dan terverifikasi Dewan Pers. Kalau ada yang datang tanpa identitas jelas, patut dipertanyakan,” tegasnya.
Ketua PWI Jakarta Utara, Sunarno, menambahkan pihaknya siap menjadi mitra bagi sekolah dalam publikasi kegiatan pendidikan yang positif. Sedangkan Sekretaris PWI DKI Jakarta, Arman Suparman, mengingatkan agar pihak sekolah tidak ragu menggunakan hak jawab bila ada pemberitaan yang tidak akurat.
> “Semua bisa diselesaikan secara profesional melalui mekanisme di Dewan Pers,” jelasnya.
Menutup diskusi, TB Slamet Priyanto, Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga PWI DKI Jakarta, berharap kegiatan ini menjadi awal dari program berkelanjutan, seperti pelatihan jurnalistik bagi guru dan siswa.
Acara yang dipandu Edi Susanto berlangsung hangat dan interaktif. Para kepala sekolah antusias berdiskusi mengenai etika pemberitaan dan cara menghadapi oknum wartawan yang tidak profesional. Forum ini diharapkan menjadi tonggak penguatan kemitraan antara sekolah, komite, dan insan pers demi membangun kepercayaan publik yang kokoh di dunia pendidikan.

Komentar