Selasa, 21 Juli 2026 | 10:58
SELEBRITAS

Film 'Yang Terluka' Usung Isu Kekerasan Seksual Digital, Suarakan Luka Perempuan yang Terbungkam

Film 'Yang Terluka' Usung Isu Kekerasan Seksual Digital, Suarakan Luka Perempuan yang Terbungkam
Syukuran dan ramah tamah media dalam peluncuran film “Yang Terluka” (Dok Lisa)

ASKARA - Rumah produksi Project69 (P69) kembali hadir dengan karya terbaru bertajuk “Yang Terluka”, sebuah film drama thriller yang menyoroti isu kekerasan seksual berbasis digital terhadap perempuan. Film ini disutradarai oleh Rico Michael, yang juga menulis naskahnya.

Dalam acara Ramah Tamah Media di Jakarta, Sabtu (11/10), Rico menjelaskan bahwa film ini terinspirasi dari maraknya kasus eksploitasi tubuh perempuan di dunia digital. “Banyak perempuan yang menjadi korban, harga diri mereka direnggut, dan suaranya dibungkam. Ironisnya, sistem hukum dan sosial sering kali lebih berpihak pada pelaku,” ujarnya.

Menurut Rico, “Yang Terluka” hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap narasi yang menempatkan perempuan sebagai korban tanpa daya. Kisahnya diangkat dari berbagai kasus nyata, seperti seorang perempuan di Malang yang bunuh diri akibat video pribadinya tersebar, hingga siswi SMA di Kalimantan Barat yang diancam oleh mantan kekasih. Ia juga menyinggung fenomena deepfake yang menyeret sejumlah publik figur perempuan ke dalam video pornografi palsu.

“Laporan Komnas Perempuan menunjukkan ratusan kasus kekerasan digital yang belum terselesaikan. Film ini adalah cara kami ikut bersuara untuk mereka,” tambahnya.

Produser Donnie Sjech menyebut film ini bukan sekadar hiburan, melainkan panggilan moral untuk mengubah cara pandang publik terhadap korban kekerasan. “Kami ingin menegaskan bahwa rasa malu bukan milik korban. Tubuh dan martabat perempuan tak boleh menjadi alat penghakiman,” tegas Donnie.

Film ini akan menampilkan sejumlah aktor dan aktris ternama seperti Vinessa Inez, Dennis Adhiswara, Chika Waode, Dwi Sasono, Rifky Balweel, Fanny Ghassani, Jinan Safa, Sari Koeswoyo, dan Gibran Marten. Saat ini, tim produksi tengah menjalani tahap workshop dan reading, dan dijadwalkan mulai syuting pada pertengahan November 2025.

“Lewat Yang Terluka, kami ingin membuka ruang empati dan dialog publik, karena setiap kisah perempuan yang terluka adalah panggilan untuk menyembuhkan,” pungkas Donnie.

 

 

Komentar