Bawono Cigar Hadir Ramaikan Pasar Cerutu Premium Indonesia
ASKARA - Pasar cerutu Indonesia kembali bergairah dengan hadirnya merek baru Bawono Cigar, yang resmi meluncurkan varian perdana Robusto (52x127 mm). Kehadiran merek ini menjadi jawaban atas meningkatnya tren cerutu sebagai bagian dari gaya hidup dalam satu dekade terakhir.
Marketing Director Bawono Cigar Seto Nugroho Hadi menjelaskan, produk ini menggunakan tembakau lokal pilihan dengan komposisi filler (isi) dari Brazil Tobacco, Besuki, Vorstenlanden, Dark Fire Cured, dan Tambolaka. “Salah satu bahan baku spesial kami adalah tembakau Tambolaka stok lawas tahun 2017. Untuk binder digunakan Tembakau Bawah Naungan (TBN) Klaten, dan wrapper memakai VBN,” ujarnya saat peluncuran di Juntos Bar and Grill, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/10).
Varian Robusto ini menawarkan profil rasa kompleks, mulai dari manis di awal, sedikit asam di pangkal lidah, hingga nuansa earthy, creamy, dan smokey dengan kekuatan medium hingga full-bodied. “Bawono Cigar dibuat secara hand rolled (gulung tangan) menggunakan long filler, dan telah melalui proses aging standar selama 12 bulan untuk menjaga konsistensi rasa dan konstruksi,” tambah Seto.
Bawono Cigar diproduksi di sebuah pabrik di Gombong, Jawa Tengah, dengan kapasitas sekitar 1.000 batang setiap tiga bulan. Meski dipasarkan di segmen medium to high, produk ini ditujukan untuk beragam kalangan, mulai dari eksekutif muda hingga penikmat berpengalaman, baik pria maupun wanita. “Kami ingin menjadi alternatif bagi penikmat cerutu Kuba. Worth in every penny, rasakan cerutu sesungguhnya dengan cara yang mudah,” ungkapnya.
Terinspirasi dari semangat kebebasan berekspresi merek lokal sebelumnya, Bawono memiliki visi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai kiblat cerutu dunia, bukan hanya sebagai pengekspor bahan mentah, tetapi juga produsen produk jadi berkualitas.
Saat ini Bawono Cigar dapat diperoleh melalui Odin Cigar House dan Juntos, serta akan segera memperluas jangkauan distribusi. Setelah varian Robusto, Bawono juga berencana merilis ukuran Corona dan menembus pasar internasional. “Tantangan terbesar kami adalah menjaga konsistensi rasa dan produksi, dan itu yang terus kami jaga,” pungkas Seto.

Komentar