ICCF 2025 Resmi Ditutup, Lahir Komitmen Bersama Hadapi Krisis Iklim
ASKARA-Wakil Ketua MPR RI sekaligus penggagas Indonesia Climate Change Forum (ICCF), Eddy Soeparno, menyebut forum ini sebagai momentum penting untuk mendorong aksi nyata menghadapi krisis iklim.
Eddy menegaskan hal itu saat menyampaikan pidato penutupan serangkaian kegiatan ICCF 2025, berupa serangkaian diskusi dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Forum ini mempertemukan berbagai elemen, mulai dari pejabat pemerintah, pelaku usaha energi terbarukan, akademisi, hingga komunitas lokal dan pegiat lingkungan.
"ICCF adalah panggilan untuk bertindak. Krisis iklim bukan ancaman masa depan, tapi kenyataan hari ini. Aksi iklim harus dimulai sekarang,” tegas Eddy.
Dia kembali mengingatkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen MPR RI dalam menjalankan amanat konstitusi, khususnya Pasal 28H ayat 1 UUD 1945 yang menjamin hak atas lingkungan hidup yang sehat.
Dalam pidatonya, Eddy juga mengutip pesan dari tokoh lingkungan Prof. Emil Salim, “Satu Bumi untuk semua generasi,” sebagai pedoman moral bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merespons perubahan iklim.
Salah satu rekomendasi utama ICCF 2025 adalah mendorong peran aktif Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim COP 30. Eddy menyebut forum ini sejalan dengan upaya MPR untuk mendorong Presiden Prabowo mengambil peran sebagai pemimpin global dalam aksi iklim.
“Kami ingin Indonesia tampil sebagai Climate Leader, mengambil inisiatif dalam kolaborasi internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ICCF juga membuka ruang diskusi mengenai pembentukan lembaga khusus atau kementerian yang fokus pada penanganan dampak perubahan iklim. Eddy menilai masukan dari berbagai pihak penting untuk memastikan tata kelola kelembagaan yang efektif dan konsisten.
Salah satu tema yang mendapat sorotan dalam ICCF 2025 adalah pengelolaan sampah berbasis teknologi. Forum ini mendukung pendekatan waste to energy yang telah diatur dalam Perpres No. 109 Tahun 2025, sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan.
ICCF ujarnya, terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait agar pendekatan ini bisa diterapkan secara luas dan berdampak nyata.
Pihaknya juga berharap ICCF dapat menjadi katalisator kolaborasi multipihak dalam membangun kesadaran dan aksi bersama menghadapi krisis iklim.
“Masa depan hanya bisa dijaga jika semua pihak bergerak bersama. ICCF adalah panggilan untuk bertindak, bukan besok, tapi hari ini,” pungkasnya.(dry)

Komentar