Apresiasi Keberhasilan Benih Unggul di Desa Bunder, Prof. Rokhmin: Alhamdulillah Hasilnya Nyata, Semoga Petani Kita Makin Sejahtera
ASKARA - Di tengah hamparan sawah Desa Bunder yang mulai menguning, harapan tumbuh bersama padi. Bukan sekadar panen, tapi panen harapan itulah yang dirasakan para petani Indramayu setelah menerima bantuan benih unggul Inpari 32 dari Kementerian Pertanian, melalui program aspirasi yang diperjuangkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. D. Ir. Rokhmin Dahuri MS.
Dengan mata berbinar dan suara penuh syukur, Prof. Rokhmin menyampaikan kabar gembira. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan program aspirasi yang telah tersalurkan kepada para petani di Desa Bunder, Kabupaten Indramayu.
“Dari hasil panen, terbukti produktivitas meningkat hingga 50%, dari sebelumnya hanya 0,9 ton per bata kini mencapai 1,4 ton per bata,” ujar Prof. Rokhmin yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas UMMI Bogor, saat kunjungan kerja di Indramayu, kemarin.
Sebuah lonjakan yang bukan hanya angka, tapi bukti bahwa kerja keras, ilmu, dan kebijakan yang berpihak pada rakyat bisa mengubah nasib.
Sebagai Rektor Universitas UMMI Bogor dan tokoh yang telah lama mengabdi di dunia pertanian dan kelautan, Prof. Rokhmin tahu betul bahwa benih bukan hanya soal varietas, tapi soal masa depan.
Peningkatan hasil panen ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan pemerintah melalui penyediaan benih unggul tidak hanya berdampak pada hasil pertanian, tetapi juga pada kesejahteraan petani.
“Peningkatan ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan pemerintah melalui benih unggul mampu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu dengan penuh keyakinan.
Menurut Prof. Rokhmin, keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi yang tepat dari pemerintah dapat mendorong kemajuan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Di tengah tantangan global dan krisis pangan yang mengintai, kisah dari Desa Bunder menjadi lentera kecil yang menyala terang. Beliau juga berdoa agar para petani di Desa Bunder, Kabupaten Indramayu, serta seluruh Indonesia terus maju melalui program Swasembada Pangan Nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah, hasilnya nyata. Semoga petani kita makin sejahtera dan Indonesia benar-benar mandiri pangan,” tutur Ketua Umum Masyarakat Artikultura Indonesia (MAI) itu penuh harap.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Prof. Rokhmin percaya bahwa Indonesia mampu menjadi negara agraris yang tidak hanya mandiri, tetapi juga berdaulat dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.

Komentar