Selasa, 21 Juli 2026 | 23:08
COMMUNITY

Universitas Moestopo Perkuat Jejaring Akademik Global Lewat Diskusi Amerika Latin–Asia Tenggara

Universitas Moestopo Perkuat Jejaring Akademik Global Lewat Diskusi Amerika Latin–Asia Tenggara
Prof. Dr. Moestopo (Beragama) terus memperluas kiprahnya di kancah internasional. Melalui Program Studi Hubungan Internasional FISIP (Dok Moestopo)

ASKARA - Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) terus memperluas kiprahnya di kancah internasional. Melalui Program Studi Hubungan Internasional FISIP, kampus ini menggelar CeLA Series bertajuk “Latin America and Southeast Asia: Challenges and Opportunities in the Indo-Pacific”, Kamis (16/10), di Ruang Theater Kampus I, Jakarta.

Kegiatan hybrid tersebut menghadirkan pakar asal Argentina, Professor Ezequiel Ramoneda, Koordinator Pusat Studi Asia Tenggara (CESEA) Universitas Nasional La Plata, serta diikuti dosen, mahasiswa, dan para diplomat dari sejumlah negara Amerika Latin.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Dr. T. Herry Rachmatsyah, M.M., M.Si., menilai forum ini sebagai momentum penting memperkuat diplomasi akademik lintas kawasan. “Pertemuan seperti ini bukan hanya bertukar gagasan, tetapi juga memperluas jejaring internasional yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan diplomasi,” ujarnya.

Ketua CeLA Universitas Moestopo, Kesi Yovana, M.Si., menekankan bahwa diplomasi harus berakar pada nilai kemanusiaan. “Melalui CeLA Series, kita membangun empati dan pemahaman antarbangsa. Ini bagian dari pembelajaran lintas budaya yang mempererat hubungan antarnegara,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII), Dr. Agus Haryanto, S.IP., M.Si., yang turut membuka acara, berharap CeLA dapat menjadi penghubung strategis dalam memperkuat relasi antara Amerika Latin dan kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pemaparannya, Professor Ramoneda mengulas peran penting entitas regional seperti Mercosur dan Pacific Alliance dalam memperkuat kerja sama dengan ASEAN. Ia juga menyoroti potensi besar kawasan Indo-Pasifik di bidang ekonomi biru, ketahanan energi, digitalisasi, hingga interaksi antar masyarakat. “Kunci dari hubungan antar kawasan adalah manusia. Pemahaman antar masyarakat menjadi fondasi utama diplomasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri Mr. Francisco José Masís Holdridge, Chargé d'Affaires Kedutaan Besar Costa Rica untuk Indonesia, serta perwakilan universitas dari Korwil 1 AIHII. Sejumlah duta besar Amerika Latin untuk Indonesia juga hadir secara daring, antara lain dari Brasil, Guatemala, Peru, Panama, Ekuador, dan Uruguay.

Melalui forum ini, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menegaskan komitmennya menjadi bagian aktif dalam diplomasi akademik internasional, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam mendorong dialog lintas kawasan dan kolaborasi global.

 

 

Komentar