Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14
NEWS

BRIN dan Universitas Moestopo Ajak Dunia Dukung Perdamaian Palestina

BRIN dan Universitas Moestopo Ajak Dunia Dukung Perdamaian Palestina
Diskusi BRIN dengan Universitas Moestopo terkait dukungan perdamaian Palestina (Dok Moestopo)

ASKARA - Memperingati dua tahun serangan Hamas–Israel yang kembali mengguncang kawasan Timur Tengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) menggelar seminar bertajuk “Refleksi Dua Tahun Serangan Israel–Hamas: Mendorong Solusi Perdamaian Berkelanjutan.” Kegiatan berlangsung di Kampus BRIN, Kawasan Sains dan Teknologi Sarwono Prawirohardjo, Jakarta Selatan, belum.lama ini.

Seminar ini menghadirkan para akademisi, peneliti, dan tokoh masyarakat untuk membahas krisis kemanusiaan di Palestina dan mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Dr. Yan Rianto, M.Eng, menegaskan pentingnya solidaritas kemanusiaan. “Tragedi Gaza bukan sekadar isu agama, tapi persoalan kemanusiaan global. Indonesia harus mengambil peran aktif dalam mendorong perdamaian,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Dr. H. Muhammad Saifulloh, M.Si, menekankan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi. “Sikap Indonesia jelas: kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kita wajib mendukung Palestina merdeka,” tegasnya.

Dekan FISIP Universitas Moestopo, Dr. H. Ryantori, M.Si, menyoroti bahwa konflik panjang sejak Nakba 1948 hingga serangan 2023 menunjukkan belum adanya solusi tuntas. “Palestina memiliki pemerintahan dan rakyat, tetapi banyak warganya masih berstatus pengungsi. Dunia harus memulihkan hak mereka dan menghentikan pembangunan ilegal di Tepi Barat serta penghancuran di Gaza,” ujarnya.

Peneliti Pusat Riset Politik BRIN, Nostalgiawan Wahyudi, M.A., menambahkan, lebih dari 66.000 warga Palestina tewas akibat agresi Israel, dengan dampak kemanusiaan yang meluas seperti kelaparan dan krisis air bersih. “Tanpa pengakuan penuh atas kedaulatan Palestina, penderitaan itu tak akan berakhir,” katanya.

Sementara Asep Setiawan, Kepala Laboratorium Kajian Global dan Indonesia FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, menilai peran Liga Arab dan OKI harus lebih aktif di forum internasional, termasuk PBB, untuk menekan Israel menghentikan kekerasan.

Melalui seminar ini, BRIN dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian global, sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

 

 

Komentar