Minggu, 12 Juli 2026 | 20:24
NEWS

Kisah Ratu Balqis, Ratu dari Selatan yang Tercatat di Berbagai Kitab Suci

Kisah Ratu Balqis, Ratu dari Selatan yang Tercatat di Berbagai Kitab Suci
Ilustrasi Ratu Balqis (Dok Freepik)

ASKARA - Sosok Ratu Balqis atau Ratu dari Selatan terus memikat perhatian lintas budaya dan agama. Kisahnya bukan hanya hidup dalam tradisi lisan, tetapi juga tercatat dalam kitab-kitab suci besar dunia, mulai dari Al-Qur’an, Alkitab, hingga literatur kuno di Timur Tengah dan Afrika.

Dalam Al-Qur’an, Ratu Balqis dikenal sebagai Ratu Saba yang memimpin kerajaan kaya raya di selatan Jazirah Arab. Kisah pertemuannya dengan Nabi Sulaiman (Raja Sulaiman) diabadikan dalam Surah An-Naml ayat 20–44. Dikisahkan, Sulaiman mengirimkan surat ajakan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa, menolak hadiah berharga dari Balqis, hingga menunjukkan mukjizat pemindahan singgasananya sebelum sang ratu tiba. Peristiwa itu membuat Balqis takjub dan akhirnya mengakui kebesaran Allah.

Dalam Alkitab, Balqis atau Bilqis dikenal sebagai Queen of Sheba (Ratu dari Negeri Sheba). Cerita kunjungannya kepada Raja Salomo tercatat dalam 1 Raja-Raja 10:1–13 dan 2 Tawarikh 9:1–12. Ratu dari Selatan itu datang ke Yerusalem membawa rempah-rempah, emas, dan batu mulia, untuk menguji kebijaksanaan Salomo. Bahkan dalam Injil Matius 12:42, Yesus menyebut Ratu dari Selatan sebagai teladan bagi mereka yang mencari kebenaran.

Di luar teks-teks agama, legenda Balqis juga mewarnai berbagai tradisi Yahudi, Arab, dan Ethiopia. Dalam Kebra Nagast, kisah epik Ethiopia, Ratu Balqis diyakini melahirkan Menelik, putra hasil hubungannya dengan Raja Sulaiman, yang kemudian menjadi leluhur dinasti Aksum. Sementara tradisi Yaman kuno mengaitkannya dengan kemegahan Kerajaan Saba yang makmur berkat perdagangan rempah dan emas.

Kehadiran sosok Balqis dalam beragam kitab suci dan tradisi ini menegaskan perannya sebagai figur universal, seorang pemimpin perempuan yang cerdas, kaya, dan berani mencari kebenaran. Hingga kini, Ratu Balqis tetap menjadi simbol kebijaksanaan, diplomasi, dan kekuatan iman yang melampaui batas agama dan kebudayaan.

 

 

Komentar