Selasa, 21 Juli 2026 | 13:36
TRAVELLING

Kehadiran Spiritual Ratu Balqis Warnai Doa Lintas Iman di Gunung Padang

Kehadiran Spiritual Ratu Balqis Warnai Doa Lintas Iman di Gunung Padang
Ratu Balqis dan Gunung Padang (Dok Askara/Freepik)

ASKARA - Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, ketika umat Katolik dan Islam menggelar ibadah bersama untuk bangsa dan negara, baru-baru ini. Di tengah prosesi yang dipenuhi doa dan refleksi kebangsaan, praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo mengungkapkan hadirnya energi spiritual Ratu Balqis, sang ratu legendaris dari Kerajaan Saba yang dikenal karena kecerdasan, kemakmuran, dan kisahnya bersama Raja Sulaiman.

Doa secara Katolik dipimpin Kolonel Laut (KH) Pundjung, didampingi Cahaya Adi Wibowo dan pegiat spiritual Dar Edi Yoga. Sementara doa secara Islam dipimpin juru pelihara Gunung Padang, Nanang Sukma, yang memanjatkan permohonan keselamatan, kemakmuran, dan persatuan bagi Indonesia.

Menurut Cahaya Adi Wibowo, kehadiran Ratu Balqis bukan sekadar fenomena mistis, tetapi menjadi simbol penting persatuan kebijaksanaan perempuan dan kekuatan kebangsaan. Ia menilai sosok Balqis yang dalam sejarah dikenal berani menempuh perjalanan panjang untuk bertemu Raja Sulaiman membawa pesan tentang dialog lintas bangsa dan keyakinan.

“Energi Ratu Balqis terasa sebagai panggilan agar bangsa ini terus menjaga harmoni, sebagaimana ia dulu mencari kebenaran dan mengakui kebesaran Tuhan,” ungkap Cahaya Adi.

Ratu Balqis sendiri, dalam berbagai kitab suci dan catatan sejarah, digambarkan sebagai penguasa kaya raya dan cerdas yang akhirnya menerima ajaran tauhid setelah pertemuannya dengan Raja Sulaiman. Kehadirannya dalam dimensi spiritual di Gunung Padang dipandang para peserta sebagai pertanda baik, seolah kebijaksanaan kuno dan doa lintas iman menyatu demi Indonesia yang damai dan sejahtera.

Gunung Padang, yang dikenal sebagai situs purbakala terbesar di Asia Tenggara, kembali menunjukkan pesona mistisnya sebagai tempat pertemuan sejarah, spiritualitas, dan kebangsaan.

 

 

Komentar