Senin, 13 Juli 2026 | 09:26
NEWS

PIDATO PRABOWO DI SU PBB

Hillary Brigitta: Presiden Prabowo Posisikan Indonesia Bukan Sebagai Bangsa Penonton

Hillary Brigitta: Presiden Prabowo Posisikan Indonesia Bukan Sebagai Bangsa Penonton
Presiden Prabowo saat pidato di Sidang Umum ke-80 PBB

ASKARA- Kalangan DPR memuji dan  mengapresiasi tinggi pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Umum (SU)ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hillary Brigitta Lasut, misalmya. Menurutnya  kehadiran Presiden Prabowo di podium PBB bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis untuk dunia akan jati diri Indonesia sebagai bangsa pejuang kemerdekaan yang kini berdiri tegak dan berperan sebagai bagian dari solusi global.

“Pidato Presiden tidak hanya mencerminkan Indonesia, tetapi juga menegaskan posisi bangsa kita sebagai salah satu faktor penting dalam tatanan global,” kata Hillary dikutip dari video statemennya dalam acara diskusi Dialektika Demokrasi, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (25/9/2025).

Presiden Prabowo ujar Hillary,  menyinggung beragam isu krusial dunia, mulai dari ketidakadilan konflik bersenjata, krisis pangan, hingga ancaman perubahan iklim. Penyampaian tersebut, katanya bukan hanya menyentuh sisi moral, melainkan juga menghadirkan tawaran konkret melalui kontribusi nyata Indonesia, baik lewat pengiriman pasukan penjaga perdamaian, diplomasi pangan, hingga transisi energi bersih.

Setidaknya, menurutnya ada tiga peluang besar bagi Indonesia dari pidato tersebut. Pertama, di bidang diplomasi perdamaian, komitmen Presiden untuk menyiapkan hingga 20.000 pasukan penjaga perdamaian membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton, melainkan aktor aktif dalam menjaga stabilitas dunia sesuai amanat konstitusi.

Kedua, di sektor ketahanan pangan dan energi, Indonesia menegaskan diri sebagai calon lumbung pangan dunia sekaligus pelopor transisi menuju energi terbarukan. Menurut Hillary, keberhasilan swasembada beras dan bantuan pangan ke Palestina menjadi bukti bahwa diplomasi ekonomi Indonesia dapat berjalan beriringan dengan diplomasi kemanusiaan.

Ketiga, dalam isu iklim dan lingkungan, komitmen Indonesia mempercepat target net zero emission lebih cepat dari 2060 sekaligus mengingatkan dunia pada ancaman kenaikan permukaan laut.

Sikap ini, sambung Hillary, memperkuat posisi Indonesia dalam forum-forum internasional dan memperlihatkan konsistensi Indonesia untuk bertindak, bukan sekadar beretorika.

Selain itu, dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara untuk Palestina juga ditegaskan kembali oleh Presiden Prabowo.

Bagi Hillary, Prabowo menempatkan Indonesia sebagai kekuatan moral yang konsisten dan realistis, sekaligus memperkokoh diplomasi di lingkup dunia Islam, Gerakan Non-Blok, maupun forum PBB.

“Pidato Presiden Prabowo di PBB adalah cermin kepercayaan diri bangsa kita. Dengan pengalaman sejarah, semangat pembangunan, serta visi kemanusiaan, Indonesia membuktikan diri mampu memberi kontribusi nyata di panggung internasional,” ujarnya. (dry)

Komentar