Minggu, 12 Juli 2026 | 21:30
COMMUNITY

Jurnalis Kalbar Antusias Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI di Bali

Jurnalis Kalbar Antusias Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI di Bali
Jurnalis Kalbar foto bersama usai mengikuti Pelatihan Pemanfaatan AI di Bali (Dok Haresti)

ASKARA - Jurnalis Kalimantan Barat menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti pelatihan dan diskusi tentang Artificial Intelligence (AI) yang digelar Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat berkolaborasi dengan Belajarlagi di Hotel Harris Seminyak, Bali, Jumat (12/9/2025). Pelatihan ini menekankan pentingnya pemanfaatan AI dalam mendukung praktik jurnalisme modern.

Praktisi media sekaligus kandidat doktor ilmu komunikasi Universitas Indonesia (UI), Haresti Asysy Amrihani, memaparkan bahwa AI tidak semestinya dianggap sebagai ancaman profesi jurnalis. Sebaliknya, teknologi ini justru dapat menjadi alat bantu dalam pekerjaan sehari-hari.

“Ke depan, pasti semakin banyak yang menggunakan AI dalam praktik jurnalisme,” ujarnya.

Dalam paparannya, Haresti menjelaskan perkembangan AI di dunia jurnalisme, sejarahnya, serta implementasinya di berbagai negara dan media Indonesia. Beberapa media, katanya, sudah mulai memanfaatkan AI untuk penerjemahan, editing foto dan video, hingga mencari ide penulisan.

Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian. Jurnalis tetap harus melakukan verifikasi fakta agar tidak sepenuhnya bergantung pada AI. “Artinya tidak mempercayai sepenuhnya kepada AI, tetap ada kendali kita untuk mengecek kembali,” jelasnya.

Haresti juga mencontohkan pemanfaatan AI untuk mempercepat transkrip diskusi atau dialog panjang menjadi teks. Namun ia menekankan, penggunaannya tetap harus selaras dengan Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Karya Jurnalistik.

Menurutnya, regulasi tersebut masih bersifat umum sehingga jurnalis dan redaksi memerlukan panduan teknis yang lebih praktis.

Dalam sesi praktik, para jurnalis langsung mencoba menulis, mengedit, dan mengecek berita dengan bantuan AI. Suasana diskusi pun berjalan dinamis, menegaskan bahwa teknologi ini bisa menjadi mitra penting dalam meningkatkan kualitas kerja jurnalistik jika digunakan secara etis dan profesional.

 

Komentar