Pimpinan BAM DPR Minta Aplikator Hapus Asuransi yang Merugikan Ojol
ASKARA- Saat ini pengemudi ojek online (Ojol) tengah menghadapi beban finansial akibat keharusan membayar asuransi ganda yang sangat memberatkan. Apalagi saat ini, mereka tengah menghadapi berbagai kesulitan ekonomi.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM), Adian Napitupulu saat beraudiensi dengan Asosiasi Pengemudi Online Bersatu di ruang Rapat BAM DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Politikus PDIP ini menegaskan kalau persoalan yang dihadapi para Ojol tersebut ia perdebatkan di Komisi V DPR.
"Saat bikin SIM kita bayar asuransi, saat buat STNK kita bayar asuransi lagi. Lalu mereka (pengemudi ojol) dipotong 15+5, 5 persen itu tunjangan kesejahteraan pengemudi, di dalamnya sudah ada asuransi," jelas Adian.
Dia mengungkapkan apabila dilihat struk pembayarannya ada lagi biaya jasa perjalanan yang ternyata asuransi lagi.
"Jadi mereka ini di tengah kesulitan hidupnya bayar 4 asuransi,” ujar Sekjen Pena 98 ini.
Adian menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan hal itu terjadi dan harus mengambil sikap tegas terkait masalah ini.
"Sudah jangan dibebani lagi. Sebagai sebuah negara, kalau tidak mau memberi tambahan pengeluaran buat rakyat, ya sudah dari 4 ini jadi 3 asuransinya," ujarnya.
Legislator Dapil Jabar V ini juga membeberkan kejanggalan dalam klaim asuransi yang tidak bisa dilakukan secara ganda.
"Kenapa dalam klausul asuransi ketika tidak diperjanjikan tidak bisa dobel klaim? Jadi dari 4 ini misalnya terjadi kejadian cuma satu yang bisa diklaim dari lainnya," ungkap Adian.
"Jangan biarkan aplikator mengambil lebih banyak," tegasnya.
Untuk menyelesaikan persoalan ini, Adian menyampaikan bahwa Komisi V DPR akan memanggil pihak-pihak aplikator pada akhir bulan ini.
Pihaknya juga berharap tidak ada perubahan jadwal agar masalah ini bisa segera dibahas dan ditemukan solusinya. (dry)

Komentar