Minggu, 07 Juni 2026 | 13:48
NEWS

Tanda Salib Kompol Cosmas di Ruang Sidang, Tanda Harapan

Tanda Salib Kompol Cosmas di Ruang Sidang, Tanda Harapan
Ketika Kompol Kosmas memandang langit dan minta bantuan (Dok Askara(

ASKARA - Keputusan Majelis Sidang Etik Polri yang menjatuhkan sanksi pemecatan tidak hormat (PTDH) kepada Kompol Cosmas Kaju Gae meninggalkan luka dan tanda tanya di hati banyak orang. Perwira Brimob asal Ngada, Flores, ini harus menanggung konsekuensi dari insiden tragis yang merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online pada 28 Agustus 2025. Namun, di balik kerasnya vonis, kita melihat wajah manusia yang sedang diuji iman dan kesetiaannya.

Dalam ruang persidangan, Kompol Cosmas tampak menengadahkan kepala, seolah menyerahkan nasibnya sepenuhnya kepada Tuhan. Lalu dengan tenang ia membuat tanda salib—sebuah doa sunyi, namun penuh makna. Momen itu mengingatkan kita pada firman dalam Mazmur 121:1-2: “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.”

Dukungan masyarakat datang bak aliran sungai yang tak terbendung. Ratusan ribu orang menandatangani petisi menolak pemecatan tersebut. Bagi mereka, Kompol Cosmas bukanlah sekadar nama dalam daftar disiplin, melainkan sosok yang telah mengabdikan diri bagi bangsa. Banyak yang yakin, dalam situasi lapangan yang penuh risiko, tanggung jawab tidak pantas hanya ditimpakan kepada satu orang.

Di tengah guncangan, komentar warganet terasa seperti doa bersama. “Percayalah Tuhan itu baik. Di balik PTDH ini pasti ada hikmahnya,” tulis Khairul Azzam. Yang lain menambahkan, “Tetap semangat, Komandan. Mungkin ada rahasia yang Allah siapkan.” Ucapan-ucapan itu bukan hanya penghiburan, melainkan cermin iman bahwa setiap penderitaan selalu punya maksud ilahi.

Editorial ini ingin menegaskan: perjalanan hidup tak selalu lurus, ada lembah kelam yang harus dilewati. Namun, seperti tertulis dalam Roma 8:28: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.” Doa yang dipanjatkan Kompol Cosmas di ruang sidang menjadi saksi bahwa iman adalah kekuatan terakhir yang tak bisa direnggut oleh siapapun.

Di balik air mata, selalu ada rencana Tuhan.

 

 

 

Komentar