Senin, 13 Juli 2026 | 12:37
NEWS

RUSUH DISEJUMLAH DAERAH

BEM UI Desak DPR Bentuk Tim Investigasi Dugaan Makar

BEM UI Desak DPR Bentuk Tim Investigasi Dugaan Makar
Jajaran p[impinan DPR audiensi dengan BEM UI dan organisasi pemuda (dry)

ASKARA-Pimpinan DPR RI, yakni Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa Rabu (3/9/2025) menerima delegasi mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI)  serta sejumlah organisasi kepemudaan. Salah satu aspirasi  yang disampailkan meminta agar dibentuk tim investigasi dugaan makar.

Seperti yang disampaikan Ketua BEM UI Agus Setiawan. Dalam udiensinya  dia mwminta agar ada investigasi dugaan makar yang belakangan muncul ke publik di tengah demonstrasi. Selain itu pihaknya juga meminta adanya pembentukan tim investigasi menindaklanjuti kekerasan dalam demonstrasi.

“Saya ingin ada pembentukan tim investigasi yang independen untuk mengusut tuntas berbagai kekerasan yang terjadi berlangsung sepanjang bulan Agustus ini,” tegas Agus.

Pembentukan  tim investigasi itu  menurutnya didasari dari Agus pun mendesak agar dugaan makar itru diusut tuntas  karena telah mugikan massa atau elemen mahasiswa dan rakyat yang benar-benar menyuarakan aspirasinya.

“Juga dengan dugaan makar yang keluar dari mulut Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin tim investigasi ini mengusut tuntas semuanya sehingga apa yang disampaikan Bapak Presiden dapat dibuktikan karena kami dari gerakan merasa dirugikan dengan statement tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, BEM UI juga menyoroti tunjangan anggota Dewan yang fantastis. Ia mempertanyakan apakah hal itu sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

“Kami sebagai bagian daripada warga negara yang sebenarnya khawatir kira-kira kita ke depan itu kondisi ekonominya seperti apa ya?” tanya gus.

Sebab pihaknya melihat saat ini ditengah  masyarakat ada kerentanan, penderita, di-PHK, ekonomi lesu, daya beli masyarakat menurun. “Lantas dalam kondisi seperti ini kok  ada wakil rakyat yang justru kabarnya tunjangannya dinaikkan dan ketika ada kabar tersebut terjadi simbolisasi joget-joget dan kemudian membuat hati kami sedih, Bapak-bapak sekalian,” ujarnya. (dry)

Komentar