Senin, 13 Juli 2026 | 13:40
NEWS

OJOL DILINDAS TRANTIS

Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Presiden Prabowo Ikut Andil Picu Rakyat Demo

Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Presiden Prabowo Ikut Andil Picu Rakyat Demo
Presiden Prabowo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

ASKARA-Buntut tewasnya Ojol Affan Kurniawan yang dilindas Kenderaan Taktis (Trantis)  Brimob, menuai reaksi keras dari elemen masyarakat.

Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertanggung jawab atas meninggalnya seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Brimob.

Affan meregang nyawa setelah dilindas mobil baracuda Brimob saat sekitar wilayah Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).

“Pertanggungjawabannya harus dilakukan pada level Presiden Republik Indonesia dan Kapolri,” ujar juru bicara Koalisi Masyarakat Sipil, Lakso Anindito, dalam konferensi pers, Kantor YLBHI, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Ia menegaskan penyelesaian kasus ini tak cukup hanya melalui pendekatan etik saja. Namun juga harus dimintai pertanggungjawaban secara pidana.

“Dan apabila diperlukan saya meminta Presiden RI untuk membuat tim khusus yang bersifat independen untuk bisa melihat secara menyeluruh mengenai kekerasan dalam rangkaian demo ini, apakah dari pihak kepolisian dan dari pihak itu harus dimintakan dan kalau bisa dalam tataran penegakan hukum pidana,” ucap dia.

Ia menyatakan kondisi ricuh pada demonstrasi kemarin merupakan ekses karena gagalnya pemerintah merespons tuntutan rakyat.

Lakso menilai pemerintah lambat dalam menanggapi isu yang tengah ramai belakangan, mulai dari kenaikan harga beras hingga protes atas tunjangan rumah bagi anggota DPR.

Sementara itu, dalam segi penegakan hukum. Lakso menekankan bahwa Kapolri harus bertanggung jawab atas brutalitas aparat di demonstrasi.

“Ini hanya rangkaian dari rangkaian kekerasan yang terjadi sebelumnya,” katanya.

Ia mendesak Prabowo dan Listyo bertanggung jawab atas segala yang terjadi hari ini.

“Karena tanpa adanya hal tersebut transparansi dan akuntabilitas takkan terjadi,” ujarnya. (dry)

 

Komentar