Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:18
NEWS

Polisi Pukul Mundur Massa Demo DPR, Tol Dalam Kota Lumpuh dan Fasilitas Umum Rusak

Polisi Pukul Mundur Massa Demo DPR, Tol Dalam Kota Lumpuh dan Fasilitas Umum Rusak
Aksi Unjuk Rasa di depan gedung MPR/DPR (foto anrico/askara)

ASKARA - Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025), berujung ricuh. Massa melemparkan petasan, botol, hingga kayu ke arah gedung DPR. Polisi yang berjaga langsung memberikan imbauan agar aksi dilakukan secara tertib, namun situasi kian memanas hingga aparat terpaksa menyemprotkan water cannon untuk memukul mundur massa.

“Kami mengimbau agar aksi penyampaian pendapat bisa dilakukan secara tertib, tidak merusak fasilitas umum dan mengganggu ketertiban masyarakat,” ujar aparat melalui pengeras suara.

Sekitar pukul 15.30 WIB, massa mulai mundur ke arah Semanggi setelah terdorong oleh pasukan keamanan. Namun, sebagian dari mereka merangsek masuk ke ruas Tol Dalam Kota dengan memanjat pagar pembatas. Kehadiran massa di jalur bebas hambatan membuat sejumlah kendaraan terpaksa berhenti. Dari arah seberang gedung DPR, sejumlah orang juga tampak nekat menyeberang ke jalur tol untuk bergabung dalam aksi, meski sempat dicegah petugas kepolisian.

Hingga menjelang sore, polisi berhasil mendorong massa menjauh dari depan gedung DPR. Kondisi di lokasi menyisakan tumpukan sampah, puing bebatuan, serta coretan pilox di dinding gedung. Beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan, seperti pagar, halte, hingga CCTV.

Arus lalu lintas di kawasan Gatot Subroto dan ruas Tol Dalam Kota di sekitar Senayan–Slipi–Cawang lumpuh total. Jasamarga memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses tol di kedua arah. Kendaraan menuju Bandara atau Pluit dialihkan melalui jalur darurat di Semanggi KM 08+000, sementara kendaraan yang hendak ke Cawang diputar balik di Senayan KM 09+800.

“Diberlakukan rekayasa pengalihan lalu lintas demi mengantisipasi kegiatan penyampaian pendapat di jalan arteri depan Gedung MPR/DPR,” tulis Jasamarga dalam pengumumannya.

Komentar