Gereja Katolik Perkuat Tata Kelola Komsos di Rapat Pleno Nasional KWI 2025
ASKARA - Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI) menggelar Rapat Pleno Nasional di Gedung KWI, Jakarta, pada 21–26 Agustus 2025. Pertemuan ini mengusung tema “Transformasi Pastoral Komsos Menuju Kemandirian Tata Kelola (5K)” dengan menekankan lima prioritas utama: kerja sama internal dan eksternal, keterlibatan orang muda, kelengkapan organisasi dan tata kelola, ketersediaan dokumentasi, serta kemandirian finansial.
Rapat pleno nasional yang dibuka oleh Ketua Komsos KWI, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap, dihadiri para ketua dan perwakilan Komisi Komsos dari seluruh keuskupan di Indonesia, termasuk Keuskupan Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri/Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) yang diwakilkan oleh Kolonel Laut (KH) Ign. M. Pundjung T., S.Sos., M.Sc. Rapat pleno ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan karya pastoral periode 2022–2025 sekaligus merumuskan arah strategis baru bagi periode 2025–2028.
Sejak 2015, Rapat Pleno Komsos telah menjadi forum strategis dalam menanggapi dinamika komunikasi sosial Gereja, baik dari sisi perkembangan teknologi maupun tantangan pastoral. Setelah Sorong (2018) dengan tema “Transformasi Komunikasi Sosial di Era Digital” dan Denpasar (2022) dengan tema “Berjalan Bersama di Era Disrupsi Komunikasi Sosial”, kini Pleno KWI 2025 menegaskan pentingnya transformasi tata kelola agar Komsos semakin profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Rapat pleno nasional Komisi Komsos KWI yang digelar 3 tahun sekali ini dimulai dengan Perayaan Misa Pembukaan dan Upacara Pemberkatan Ruang Studio Komsos KWI. Selanjutnya dalam agenda pleno, peserta akan mengikuti refleksi pastoral, pemaparan materi dari para narasumber, diskusi kelompok, hingga perumusan Rencana Strategis Pastoral Komsos 2025–2028. Beberapa tokoh yang dihadirkan antara lain Rm. Thomas Ulun Ismoyo, Ph.D., Paulus Tri Agung Kristanto (Kompas), Prof. Richardus Eko Indrajit, serta praktisi dan penggiat komunikasi dari berbagai latar belakang.
Rapat pleno ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga sarana memperkuat jejaring, menggali inspirasi, dan membangun kolaborasi lintas keuskupan. Melalui semangat 5K, Komsos KWI menegaskan komitmennya untuk menjadi komunikator pengharapan yang mampu menghadirkan wajah Gereja yang relevan dengan zaman, serta mendorong media yang beretika, membebaskan, dan mempersatukan.
Oleh: Pundjung

Komentar