Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03
NEWS

Senator Rudi Tirtayana Tambah Layanan Starlink Gratis di Merauke

Senator Rudi Tirtayana Tambah Layanan Starlink Gratis di Merauke
Senator Rudi Tirtayana (Dok Winona)

ASKARA - Senator asal Papua Selatan, Rudi Tirtayana, merespon keluhan masyarakat terkait akses jaringan internet yang mengalami gangguan sejak 16 Agustus 2025 lalu. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ia menyediakan fasilitas Starlink gratis bagi warga Kota Merauke dengan membagikan username dan password agar bisa digunakan bersama.

Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat jaringan menjadi lebih lambat karena jumlah pengguna melebihi kapasitas. Menyikapi kondisi itu, Rudi berinisiatif menambah satu unit lagi sehingga total dua unit Starlink dapat mengakomodir sekitar 400 pengguna internet.

“Kepedulian ini saya lakukan untuk membantu masyarakat dari berbagai lapisan, terutama yang pekerjaannya sangat bergantung pada internet. Kasihan masyarakat, khususnya adik-adik pelajar, mahasiswa, dan masyarakat kecil lainnya jika harus mengeluarkan dana lagi hanya untuk mengakses jaringan,” ujar Rudi, yang pernah memimpin sebuah bank pemerintah di Kabupaten Boven Digoel.

Dukungan terhadap langkah ini juga datang dari Direktur PKBI Papua, Yohanes Reawaru. Menurutnya, layanan yang diberikan Rudi sangat membantu aktivitas stafnya. “Kepekaan seperti ini yang dibutuhkan masyarakat. Staf kami yang harus mengirim laporan perorangan sangat terbantu dengan adanya layanan ini,” ucap Yohanes.

Apresiasi serupa disampaikan Emilia, seorang pedagang kuliner di Merauke. Ia mengaku usahanya tetap stabil berkat layanan internet gratis tersebut. “Saya berjualan melalui online setiap hari. Dengan Starlink dari Pak Rudi, saya sangat terbantu sehingga omset tetap terjaga. Maklum, pedagang kecil seperti saya tidak bisa selalu keluar biaya untuk akses internet,” tuturnya.

Fenomena masyarakat berburu jaringan gratis kini mudah ditemui di berbagai titik di Kota Merauke. Warga rela berkumpul di spot-spot dengan akses internet gratis, ketimbang harus membayar biaya tinggi di kafe atau rumah makan. Kondisi ini, menurut sebagian warga, sudah seperti agenda tahunan yang kerap berulang dan biasanya hanya dijawab dengan permohonan maaf dari penyedia layanan.

 

Komentar