Kamis, 23 Juli 2026 | 13:43
SELEBRITAS

Konten Mata Langit Bikin Haru, Tiga Lurah Menangis Saat Telusuri Tempat Keramat

Konten Mata Langit Bikin Haru, Tiga Lurah Menangis Saat Telusuri Tempat Keramat
Ratna Listy, Panglima Langit dan Kades Masudi (buyil/askara)

ASKARA – Konten Mata Langit yang digawangi pasangan selebritas serasi, Ratna Listy dan Panglima Langit kembali melakukan penelusuran tempat-tempat keramat di Jawa Tengah. Selama empat hari, mereka menelusuri 14 lokasi di tiga kabupaten, yakni Banyumas, Kebumen, dan Cilacap. Penelusuran ini bahkan membuat tiga lurah yang mendampingi tim tak kuasa menahan tangis saat mendapat pesan dan nasehat dari leluhur.

“Alhamdulillah Mata Langit bisa wujudkan keinginan fans Mata Langit untuk penelusuran tempat keramat di Jawa Tengah. Khususnya tempat petilasan dan tempat keramat yang ada di Kabupaten Banyumas, Kebumen dan Cilacap,” ujar Ratna Listy kepada awak media di Sumur Emas, Komplek Kecamatan Banyumas.

Sejumlah lokasi mistis yang ditelusuri antara lain Pantai Karang Bolong, Watu Tumpang, Watu Kalbut, Panembahan Prigiwati, Makam Ki Hajar Tonggo, Watu Lawang, Legenda Mbah Lekor, Sumur Mas, Kampung Lengger Banjarwaru Cilacap, Petilasan Unthuk Batur Desa Prembun Tambak Banyumas, Jalanan Tanjakan Krumput Pageralang Banyumas, hingga Jembatan Gumelar Kidul Kecamatan Tambak Banyumas.

Panglima Langit, ahli pengobatan spiritual yang menjadi komandan yang didampingi penyanyi Ratna Listy, mengaku kagum dengan temuan di Kabupaten Kebumen.

“Saya kaget ternyata Kabupaten Kebumen memiliki tempat petilasan yang dahsyat yakni Pantai Karang Bolong, petilasan Pesanggrahan. Ini di luar ekspetasi saya,” ujarnya.

Kehadiran Tim Mata Langit disambut hangat para lurah. Bahkan tiga di antaranya terharu hingga menangis setelah mendengar petuah dari leluhur mereka.
Masudi, Lurah Desa Prembun, Kecamatan Tambak, Banyumas mengaku sangat tersentuh.

“Semula saya kurang paham tentang silsilah makam Unthuk Batur. Setelah kehadiran tim Mata Langit, saya jadi paham. Bahkan mendapat nasehat dari leluhur, ini yang membuat saya terharu,” ungkapnya.
Sementara itu, Wasito, Lurah Desa Watu Lawang, Kecamatan Pejagoan, Kebumen menilai kehadiran Mata Langit membawa manfaat besar.

“Tim Mata Langit buat kami sangat bermanfaat, karena terungkap silsilah dan sejarah tentang Makam Kuwu Watu Lawang. Ternyata juga terdapat makam Dyah Ayu Pitaloka, penguasa dari kerajaan Timur,” jelasnya.
Ia menambahkan, dirinya mendapat pesan khusus dari leluhur agar menjadi lurah yang jujur dan amanah.

“Saya terharu bisa komunikasi dengan leluhur yang difasilitasi tim Mata Langit. Ini yang membedakan Mata Langit dengan konten misteri lainnya,” ujarnya penuh rasa syukur.
Hal senada disampaikan Pasiman, Lurah Karang Bolong, Kebumen. Ia menuturkan pengalaman spiritualnya di lokasi yang diyakini sebagai tempat singgah Kanjeng Ratu Kidul.

“Alhamdulillah berkat tim Mata Langit saya bisa makin memahami tempat singgah Kanjeng Ratu Kidul. Beliau juga memberi nasehat agar saya menjadi lurah yang amanah, jujur, dan rendah hati. Nasihat ini menyentuh hati saya dan membuat saya terharu,” tuturnya.

Penelusuran spiritual yang dilakukan Mata Langit ini bukan hanya memperkaya pengetahuan masyarakat tentang sejarah dan budaya Jawa, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam bagi para pemangku wilayah. (Buyil)

Komentar