Selasa, 21 Juli 2026 | 13:16
LIFESTYLE

Varian Baru Covid-19 XFG Tersebar di 38 Negara, Indonesia Diminta Waspada

Varian Baru Covid-19 XFG Tersebar di 38 Negara, Indonesia Diminta Waspada
Varian covid (Dok Pixabay)

ASKARA - Dunia kembali dibuat waspada dengan kemunculan varian baru Covid-19 bernama XFG atau dikenal dengan sebutan “Stratus”. Hingga Juli 2025, varian tersebut telah terdeteksi di lebih dari 38 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan XFG sebagai Variant Under Monitoring (VUM) karena memiliki mutasi signifikan yang berpotensi menyebar lebih cepat, meski belum dinilai mengkhawatirkan secara klinis.

XFG merupakan kombinasi dari dua varian sebelumnya, LF.7 dan LP.8.1.2, dengan sembilan mutasi pada protein spike. Dua di antaranya, His445 Arg dan Asn487Asp, berperan menurunkan efektivitas antibodi tubuh dalam mengenali virus. Penelitian yang dimuat The Lancet Infectious Disease tahun 2025 menyebut vaksin booster masih efektif menekan risiko gejala berat, namun perlindungan terhadap infeksi ringan dan sedang mengalami penurunan. Data dari Inggris dan India juga menunjukkan XFG mulai menggantikan varian dominan sebelumnya dengan laju penularan cepat.

Dosen Prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang, Prima Trisna Aji, menilai Indonesia tidak boleh mengabaikan sinyal bahaya ini. Menurutnya, kelonggaran protokol kesehatan, cakupan vaksinasi booster yang belum merata, serta keterbatasan deteksi dini lewat Whole Genome Sequencing (WGS) membuat Indonesia berada pada posisi rentan. “Kemungkinan lolosnya varian baru di komunitas sangat besar tanpa terdeteksi,” ujarnya, Sabtu (16/8).

Prima menekankan pentingnya pemerintah memperluas jaringan laboratorium WGS hingga ke daerah, memperkuat surveilans di pintu masuk internasional, serta mengoptimalkan sistem pelaporan berbasis platform seperti SatuSehat. Ia juga mendorong vaksinasi booster bagi kelompok rentan, edukasi publik yang lebih komunikatif, serta peran media dalam menyampaikan informasi berbasis riset secara sederhana tanpa menimbulkan kepanikan.

“Indonesia tidak perlu panik, tapi juga tidak boleh abai. Varian XFG adalah alarm dini yang harus disambut dengan kesiapan, bukan dengan keacuhan,” tegasnya. Menurutnya, kesiapan deteksi dini, vaksinasi booster, komunikasi risiko, dan kesadaran masyarakat menjalankan pola hidup sehat menjadi kunci agar Indonesia terhindar dari gelombang besar Covid-19 seperti Delta dan Omicron di masa lalu.

 

Komentar