Rabu, 22 Juli 2026 | 04:27
NEWS

Viral Emak-emak Minta Sumbangan Rp 500 Ribu untuk Agustusan, Pemilik Toko di Surabaya Ngaku Dipalak

Viral Emak-emak Minta Sumbangan Rp 500 Ribu untuk Agustusan, Pemilik Toko di Surabaya Ngaku Dipalak
Viral 3 emak-emak palak toko alasan untuk agustusan. (ss video-viral)

ASKARA - Sebuah video rekaman CCTV yang menampilkan tiga orang perempuan paruh baya diduga melakukan pemalakan di sebuah toko pakaian di Surabaya viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Pods Authentic, Jalan Gemblongan, Kelurahan Alun-alun Contong, pada Kamis (7/8) sekitar pukul 15.58 WIB.

Pemilik toko, Kevin Wiliam (22), mengunggah rekaman tersebut ke media sosial karena merasa keberatan dengan cara ketiga emak-emak itu meminta sumbangan untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI atau Agustusan.

Menurut Kevin, para perempuan itu mengaku berasal dari RT/RW setempat dan meminta sumbangan dengan nominal yang dianggap tidak wajar, yakni Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

"Karena sifatnya sumbangan, saya berniat memberikan Rp 5-10 ribu. Tapi mereka menolak dan tetap meminta jumlah besar," kata Kevin, Senin (11/8/2025).

Dari rekaman CCTV, terdengar salah satu perempuan berkata, “Ko permisi, sumbangan 17-an. Nggenah, Ko Rp 5 ribu, di kampung saja Rp 50 ribu. Bukan maksa.” Namun, Kevin mengaku tidak melihat adanya proposal resmi kegiatan Agustusan yang biasanya dibawa saat meminta sumbangan.

Kevin menegaskan, sumbangan seharusnya diberikan secara sukarela, bukan dipatok. Ia juga mengaku kejadian serupa sudah dialaminya tahun sebelumnya, bahkan saat itu ia sempat dimarahi meski sudah memberi Rp 25 ribu.

"Sering dimintai seperti ini. Makanya saya prepare Rp 10 ribu. Kalau bilangnya iuran 17-an, saya bisa kasih lebih. Tapi ini mintanya minimal Rp 500 ribu," jelasnya.

Kasus ini akhirnya mendapat perhatian Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang memediasi pertemuan antara Kevin dan pihak emak-emak. Dari tiga orang, dua sepakat berdamai, sementara satu orang lainnya disebut masih “keras hati”.

“Saya juga diminta bikin video klarifikasi, tapi saya pikir untuk apa kalau saya merasa tidak salah,” pungkas Kevin.

 

 

Komentar