Senin, 13 Juli 2026 | 01:05
NEWS

Agus Santoso: CSR Bukan Lagi Sekadar Kewajiban, Tapi Strategi Global

Agus Santoso: CSR Bukan Lagi Sekadar Kewajiban, Tapi Strategi Global
Agus Santoso (Dok Askara)

ASKARA - Indonesia menempati peringkat 75 dari 167 negara dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dengan skor 70,16, berdasarkan laporan Sustainable Development Report 2024 yang dirilis Divisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Statistics Division).

Ketua Dewan Pengarah (Steering Committee) CSR & SDGs Awards 2025, Agus Santoso, menilai capaian ini menjadi pengingat bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, kesenjangan sosial-ekonomi, hingga krisis lingkungan.
“CSR bukan lagi sekadar kewajiban moral atau kepatuhan regulasi, melainkan strategi yang sejalan dengan tujuan global SDGs,” ujar Agus, Senin (11/8).

Agus menekankan, pemerintah telah menerbitkan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045 sebagai langkah penting menghadapi tiga krisis global: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Transisi ke ekonomi sirkular dinilai menjadi keharusan agar dunia usaha meninggalkan model linear yang boros sumber daya dan menghasilkan limbah besar.

Sebagai bentuk dorongan konkret, Yayasan Komunitas Indonesia Sejati menggelar CSR & SDGs Awards 2025. Ajang ini tidak sekadar seremoni, melainkan upaya mendorong inovasi CSR yang berdampak luas, termasuk pemberdayaan UMKM dan penciptaan nilai bersama (creating shared value) bagi perusahaan dan masyarakat. Penilaian mengacu pada ISO 26000:2010 tentang Guidance on Social Responsibility yang telah diadopsi menjadi SNI ISO 26000:2013.

Pendaftaran dibuka pada 12 Agustus 2025, penilaian berlangsung 1–15 Oktober, dan penganugerahan digelar 21 November. Tersedia dua kategori penghargaan: program CSR yang terkait langsung dengan target SDGs di empat pilar (sosial, ekonomi, lingkungan, hukum/tata kelola) serta kategori perseorangan bagi individu yang memberi kontribusi nyata terhadap salah satu dari 17 tujuan SDGs. Agus optimistis, semakin banyak perusahaan Indonesia akan berkomitmen pada bisnis berkelanjutan, dengan mempertimbangkan profitabilitas, dampak sosial, dan kelestarian lingkungan secara seimbang.

 

Komentar