Kamis, 04 Juni 2026 | 08:57
NEWS

Marak Beras Premium Oplosan: Pelaku Usaha Ungkap Motif di Balik Campuran

Marak Beras Premium Oplosan: Pelaku Usaha Ungkap Motif di Balik Campuran
Ilustrasi beras bagus dan beras yang jelek. (Dok. ASKARA/ Shendy)

ASKARA - Maraknya isu beras premium oplosan menimbulkan keresahan di masyarakat. Seorang pengusaha beras, yang enggan disebutkan namanya, mengungkap kepada Redaksi Askara bahwa praktik pencampuran beras sebenarnya bukan hal baru di industri.

“Kalau di pabrik, yang dioplos itu biasanya soal kualitas rasa. Misalnya beras Cianjur yang terkenal enak namun harganya mahal dicampur dengan beras dari daerah lain. Jadi, motifnya lebih ke menyesuaikan rasa dan harga,” jelasnya ketika diwawancara via panggilan WhatsApp, Senin (11/8/2025).

Namun, pengusaha tersebut mengaku tidak tahu menahu ketika mendengar kabar bahwa beras premium oplosan yang ramai dibicarakan ternyata melibatkan perusahaan milik pemerintah daerah (BUMD).

Dirinya mengungkapkan, selama beras yang dijual di pasaran sesuai harga dan kualitas yang diharapkan konsumen, hal itu umumnya tidak menjadi masalah.

“Mungkin yang jadi persoalan adalah ketika beras yang disebut premium yang sudah diuji dan diteliti sehingga awet dan berkualitas tinggi ternyata juga dicampur,” katanya.

Redaksi Askara menyimpulkan, persoalan ini bukan sekadar soal pencampuran beras, melainkan tentang transparansi dan kejujuran produsen terlebih jika menyangkut produk yang mengatasnamakan label “premium” dan dikelola oleh perusahaan milik pemerintah.

Komentar