Simfoni Perjuangan: Prof. Rokhmin Dahuri Sebut Kemerdekaan Bukan Hanya Sejarah, Tetapi Semangat Setiap Generasi
ASKARA - Indonesia merdeka bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang penuh pengorbanan. Dari nyawa, harta hingga air mata, semua tumpah demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat itu pula yang ingin dihidupkan kembali melalui lomba “Simfoni Perjuangan” yang digelar di Kantor RRI Cirebon, Jumat (8/8), dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI.
Dalam sambutannya, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan seperti semangat pantang menyerah, persatuan, cinta tanah air, dan rela berkorban adalah warisan luhur para pejuang yang wajib dijaga oleh generasi penerus.
“Jangan hanya sekadar mengenang kemerdekaan, tapi hayati maknanya. Tumbuhkan rasa bangga jadi bangsa merdeka, dan wujudkan dalam sikap serta karya,” ujar Rektor Universitas UMMI Bogor ini.
Prof. Rokhmin Dahuri mengingatkan bahwa keberhasilan hidup bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual. Ia menekankan bahwa bernyanyi bukan hanya soal teknik, tetapi juga tentang membangun kecerdasan emosional yang menjadi fondasi keberhasilan hidup.

“Bernyanyi itu menyentuh jiwa. Jadikan ini sarana menumbuhkan karakter dan cinta tanah air,” tegasnya.
Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University itu menekankan, Simfoni Perjuangan bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang siapa yang mampu menyuarakan jiwa bangsa dengan ketulusan dan semangat yang tak pernah padam.
Nada-nada perjuangan yang dilantunkan para peserta menjadi simbol bahwa kemerdekaan bukan hanya sejarah, tetapi juga semangat yang terus hidup dalam setiap generasi.
“Keberhasilan seseorang itu 30 persen dari kecerdasan otak, 70 persen dari kecerdasan emosional. Bernyanyi membawa kesejukan dan kelembutan, dan itu bagian dari membentuk karakter bangsa,” tambahnya.
Simfoni Perjuangan diikuti pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA hingga kategori umum. Lomba ini tak sekadar adu suara, tapi juga wahana membangkitkan semangat nasionalisme sejak dini.
Hadir dalam pembukaan, Wakil Wali Kota Cirebon Hj. Siti Farida dan Kepala RRI Cirebon, Wenefrida Novi Herajanti, S.H.

Komentar