PROGRAM CKG dan MBG
Yanuar Arif Wibowo: Agar Tujuan Mulia Terwujud, Program Butuh Kritik dan Kontrol
ASKARA-Keluarga sebagai unit terkecil menjadi prioritas dalam program program Cek Kesehatan Gratis (CKGP) dan Makan Bergizii Gratis (MBG).
Program MBG untuk anak-anak sekolah ini dinilai penting bagi anak-anak untuk mendapatkan makanan yang bergizi dan sehat. Sehingga antara anak dan keluarga itu tidak bisa dipisahkan.
Hal itu dikatakan anggota RI dari Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo dalam dialektika demokrasi bertajuk "CKG dan Gizi Gratis: Strategi Preventif Pastikan Generasi Indonesia Emas", yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI, di gedung DPR Senayan, Kamis (7/8/2025). Selain Yanuar pembicara lainnya Ade Reza Hariyadi (Pengamat Kebijakan Publik/Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UNKRIS).
"Menyiapkan generasi emas ini butuh biaya yang besar, dan Presiden Prabowo sudah mengambil langkah berani dan luar biasa untuk terwujudnya SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045 itu. Namun demikian dalam prosesnya tentu tidak menutup kritik dan saran terhadap berbagai masalah yang ada. Karena itu, kontrol sangat dibutuhkan karena tanpa pengawasan, akan abai terhadap penyelewengan, maka harus terus diawasi dan evaluasi agar tujuan yang mulia itu bisa terwujud," ujarnya..
Sementara Ade Reza Hariyadi menila bahwa CKG dan MBG ini merupakan program pendamping yang diperlukan untuk SDM unggul. Karena ini satu program baru yang usianya masih sangat belia, maka masih memungkinkan dari berbagai macam kesempatan untuk melakukan perbaikan-perbaikan agar program ini jauh lebih sempurna, lebih efektif, dan memenuhi apa yang menjadi visi politik Pemerintahan Prabowo ini.
"Hanya saja mengingat tujuan program MBG ini juga agar terjadi perputaran ekonomi di tengah masyarakat, maka masyarakat juga harus ambil peran optimal di tengah ketidakpastian ekonomi globall saat ini. Anggaran MBG yang besar, maka tantangan besarnya adalah juga harus melihat ruang fiskal; apakah cukup memadai untuk itu dan kita punya daya tahan fiskal untuk menghadapi kejutan-kejutan di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global tersebut," demikian Ade Reza. (dry)

Komentar