Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14
COMMUNITY

Moestopo dan Kelurahan Pondok Labu Berkolaborasi Dorong Ekonomi Perempuan

Moestopo dan Kelurahan Pondok Labu Berkolaborasi Dorong Ekonomi Perempuan
Program Pascasarjana Moestopo menggandeng Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) (Dok Moestopo)

ASKARA - Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) terus meneguhkan peran sosialnya melalui kolaborasi nyata dengan masyarakat. Kali ini, Program Pascasarjana Moestopo menggandeng Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan.”

Kegiatan ini bukan hanya bentuk komitmen pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, tapi juga upaya konkret mendorong pemberdayaan perempuan dan pelaku UMKM lokal.

Rektor Universitas Moestopo, Dr. H. Muhamad Saifulloh, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kampus harus menjadi agen perubahan. “Kami hadir untuk membuka ruang partisipasi perempuan dan komunitas dalam menggali potensi ekonomi dari aset yang dimiliki,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Lurah Pondok Labu, Nachnoer Vemier Atom Arss, S.Si., MAP, menyambut positif kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa dari 58 ribu warga Pondok Labu, lebih dari 26 ribu merupakan kelompok prasejahtera. “Kami bangga Universitas Moestopo hadir di sini. Sebagai alumni, saya merasa ini adalah bentuk nyata pengabdian,” katanya.

Program ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Driven), yang menitikberatkan pada potensi dan kekuatan komunitas. Dr. T. Herry Rachmatsyah, M.Si., menjelaskan, pendekatan ini terdiri dari lima tahapan: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny, yang bertujuan menjadikan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan.

Dalam sesi pemaparan, Dr. Harry Nenobais, M.Si., Kaprodi Magister Administrasi Publik, menekankan lima peran strategis perempuan dalam ekonomi kreatif: sebagai pelaku UMKM, pelestari budaya, inovator, penggerak pasar, dan agen pemberdayaan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Dr. Yunita Sari, M.Si., Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi, menyoroti pentingnya komunikasi yang inklusif dan berbasis relasi. “Pelatihan online, jam fleksibel, serta melibatkan tokoh lokal sebagai inspirator akan memperkuat motivasi,” ujarnya.

Dr. H. Jubery Marwan, M.M., Kaprodi Magister Manajemen, menambahkan lima strategi utama pemberdayaan ekonomi perempuan, antara lain: pelatihan digital, akses permodalan tanpa agunan, mentoring, event kreatif komunitas, dan advokasi kebijakan lokal pro-gender.

Kegiatan ditutup dengan diskusi publik yang dimoderatori Dr. Franky, M.M., dan akan berlanjut ke pelatihan intensif serta pendampingan bisnis UMKM di Pondok Labu.

Universitas Moestopo menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi sosial. Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun Indonesia yang inklusif dan berdaya.

 

Komentar