Kamis, 04 Juni 2026 | 09:08
COMMUNITY

Pengajian Akbar dan Tasyakuran Khitan Marchel

Pengajian Akbar dan Tasyakuran Khitan Marchel
Spanduk Pengajian Akbar (dok Dwi)

ASKARA - Warga Kolang Kaling-Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang akan menggelar pengajian akbar terbuka untuk umum dalam rangka tasyakuran khitan Marchel Miftakhul Akbar, putra pasangan Bapak Musyafikin dan Ibu Ika Sembako. Acara keagamaan yang digelar Jumat malam, 8 Agustus 2025 ini rencananya menghadirkan Ustadzah Hj. Mumpuni Handayayekti dan hiburan religi dari El Rast Gambus.

Kolang Kaling-Wujil, Semarang —
Semangat kebersamaan dan kekuatan iman warga Kolang Kaling-Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang akan kembali menggema melalui gelaran Pengajian Akbar yang rencananya dilaksanakan pada Jumat malam, 8 Agustus 2025, bertempat di halaman rumah Bapak Musyafikin, RT 01 RW 02.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka tasyakuran walimatul khitan atas khitanan putra mereka, Marchel Miftakhul Akbar, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Pengajian terbuka untuk umum ini akan menghadirkan Ustadzah Hj. Mumpuni Handayayekti, pendakwah kondang yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang menyentuh hati, penuh hikmah, dan menginspirasi banyak kalangan. Ustadzah Mumpuni dijadwalkan menyampaikan tausiah selepas salat Isya atau sekitar pukul 19.30 WIB.

“Acara ini kami niatkan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, sekaligus ajang mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kami,” ujar Bapak Musyafikin selaku tuan rumah.

Selain tausiah keagamaan, pengajian ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan grup musik religi El Rast Gambus yang siap menyuguhkan hiburan islami bernuansa Timur Tengah. Penampilan mereka diharapkan dapat menghidupkan suasana sekaligus menarik perhatian generasi muda untuk lebih mencintai budaya islami.

Warga sekitar pun menyambut antusias acara ini. Sejumlah ibu-ibu dan pemuda Karang Taruna sejak awal pekan sudah terlihat mempersiapkan lokasi, mulai dari pemasangan tenda, sistem pengeras suara, hingga susunan acara dan konsumsi jamaah.

“Ini bukan sekadar syukuran keluarga, tapi jadi momentum kebersamaan bagi semua,” ujar Ibu Lilis, salah satu warga RT 01.

Dengan momentum ini, panitia berharap kegiatan keagamaan seperti pengajian akbar bisa menjadi tradisi positif yang terus dilestarikan oleh masyarakat sebagai media dakwah sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan.

Acara terbuka untuk seluruh warga, tanpa dipungut biaya, dan diharapkan dapat menjadi sarana berkah bagi keluarga serta masyarakat sekitar. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar