Senin, 13 Juli 2026 | 15:58
NEWS

Nilai-Nilai Patriotisme Harus Ditanamkan Sejak Usia Dini

Nilai-Nilai Patriotisme Harus Ditanamkan Sejak Usia Dini
Anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat, Herman Khaeron (tengah) (dok KWP)

ASKARA- Menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini penting dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikannya anggota Komisi VI  DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, dalam Dialektika Demokrasi bertema  Menanamkan Semangat Kemerdekaan dari Usia Dini di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (5/8/2025), menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,

Menurut dia, kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah melainkan hasil perjuangan panjang yang harus dijadikan landasan dalam membangun masa depan bangsa.

"Kita merdeka bukan karena diberi oleh penjajah, tetapi melalui perjuangan panjang, dari perang-perang lokal hingga peristiwa monumental seperti Sumpah Pemuda dan Proklamasi 17 Agustus 1945. Inilah sejarah yang harus terus kita tanamkan, khususnya kepada generasi muda," ujar Herman.

Untuk benar-benar mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, sebuah masa di mana Indonesia diharapkan menjadi negara maju dan sejahtera secara adil dan merata, menurut Herman,  diperlukan fondasi kuat, yakni pembangunan sumber daya manusia yang beretika, bermoral, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.

Herman mengatakan, banyak negara maju tidak memiliki sumber daya alam melimpah, tapi unggul karena kualitas manusianya. Jepang dan Korea Selatan adalah contohnya.

“Kita harus belajar dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme sejak dini," kata Herman.

Pihaknya juga presiasi tema kegiatan yang menurutnya sangat relevan, yakni memperkuat semangat kemerdekaan dari usia dini. Menurutnya, ini merupakan modal dasar untuk membangun generasi unggul.

"Spirit nasionalisme tidak akan tumbuh sendiri. Negara harus hadir, mendesain bagaimana semangat kebangsaan itu bisa ditanamkan sejak kecil. Ini bukan hanya tugas kelompok tertentu, tapi tanggung jawab negara," tegasnya.

Dia menegaskan program seperti 4 Pilar MPR yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah instrumen penting untuk memperkuat fondasi kebangsaan.  Legislator partai Demokrat ini juga menyoroti pentingnya lembaga seperti BPIP dan program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sejalan dengan nilai-nilai perjuangan bangsa.

"Saya yakin Presiden Prabowo akan melanjutkan penanaman nilai-nilai patriotisme. Program makan bergizi gratis, pendirian sekolah rakyat, hingga koperasi desa adalah wujud nyata ekonomi gotong royong sesuai amanah konstitusi," tegasnya.

Tak hanya itu, Herman juga menyoroti peran penting media dalam menjaga semangat kebangsaan. Menurutnya, media harus terus mengabarkan hal-hal positif yang memperkuat jati diri bangsa.

"Media adalah kunci untuk memperluas dan mempertajam kesadaran kita terhadap nilai-nilai kebangsaan. Semakin sering dibicarakan, semakin tertanam dalam ingatan kolektif bangsa," ujarnya.

Sekjen Partai Demokrat ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan sejarah dan terus menjaga keutuhan NKRI. Tegasnya, NKRI harga mati. Tidak boleh sejengkal tanah pun lepas. Ini adalah warisan para pahlawan dan leluhur bangsa yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa. (dry)

 

Komentar