Franciscus Sibarani: Pemuda Kalimantan Harus Jadi Bagian dari IKN
ASKARA - Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, menegaskan pentingnya memberi ruang yang luas bagi masyarakat Kalimantan, khususnya generasi muda, untuk terlibat aktif dalam pembangunan dan pengelolaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung kawasan IKN bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
“Saya mendorong agar masyarakat lokal, terutama pemuda Dayak dan para lulusan perguruan tinggi di Kalimantan, mendapat ruang nyata untuk berkarya di IKN,” ujarnya, Jumat (1/8).
Franciscus menyoroti potensi besar Kalimantan Barat dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Wilayah ini memiliki 96 perguruan tinggi negeri dan swasta, seperti Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas St. Agustinus Hippo, dan Universitas Widya Dharma Pontianak.
“Lulusan keperawatan, misalnya, bisa mendukung kebutuhan rumah sakit di IKN. Yang penting, dibuka akses lebih luas agar mereka bisa mengisi peluang tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebutkan bahwa saat ini sudah ada lebih dari 1.170 aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di IKN, serta sekitar 20.000 pekerja konstruksi dari pihak ketiga yang terlibat aktif di lapangan.
Franciscus pun mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam membangun IKN tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial dan kultural.
“Pembangunan IKN bukan sekadar proyek beton dan jalan, tetapi juga membangun masyarakat yang berdaya dan ikut menjadi bagian dari masa depan Indonesia. IKN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Tugas kita memastikan masyarakat Kalimantan mendapat peran di dalamnya,” tegasnya.

Komentar