Kamis, 23 Juli 2026 | 08:24
NEWS

Datangi Kelurahan Kesenden, Prof. Rokhmin Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan Samadikun

Datangi Kelurahan Kesenden, Prof. Rokhmin Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan Samadikun
Prof. Rokhmin didampingi Lurah Kesenden, Ruliyanto bertemu nelayan Samadikun di Kantor Kelurahan Kesenden (ist)

ASKARA - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (21/7). Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dan kelompok nelayan dari wilayah Samadikun.

Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan (2001–2004) itu disambut hangat oleh Lurah Kesenden, Ruliyanto, S.STP, serta tokoh masyarakat, babinsa, babinkamtibmas, dan aparat kecamatan. 

Prof. Rokhmin, yang kini menjabat Rektor Universitas UMMI Bogor ini menyimak aspirasi warga terkait kebutuhan mendesak seperti pembangunan pasar ikan, perbaikan tempat pelelangan ikan (TPI), dan pengerukan dermaga yang selama ini menyulitkan kapal nelayan untuk bersandar karena sedimentasi.

Dalam dialog yang berlangsung akrab, Lurah Ruli menyampaikan aspirasi penting: pembangunan pasar ikan, perbaikan TPI, dan pengerukan dermaga agar kapal nelayan tak lagi kesulitan bersandar akibat endapan tanah yang tinggi.

“Permohonan pengerukan sudah kami ajukan ke BBWSCC, tapi belum ada tindak lanjut. Kami berharap bantuan dari Prof. Rokhmin untuk dorong realisasi ini,” ujar Lurah Ruli.

Mendengar itu, Prof. Rokhmin angkat bicara. “Saya anak nelayan. Saya paham benar bagaimana kerasnya hidup di laut. Jangan khawatir, saya perjuangkan aspirasi ini,” tegasnya.

Ia berjanji mendorong pengerukan, pembangunan pasar ikan, serta revitalisasi TPI. “Namun semua perlu proses. Tidak bisa instan. Tapi percayalah, saya tidak akan diam,” ujarnya mantap.

Dengan tegas Prof. Rokhmin Dahuri menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi nelayan melalui jalur legislatif dan kementerian terkait. Ia berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke gedung parlemen dan memperjuangkan agar kebutuhan nelayan dapat terwujud.

“Saya tidak datang sebagai pejabat, tapi sebagai saudara. Pengerukan, pasar ikan, TPI—all will be fought for. Tapi ingat, semua butuh proses,” tegasnya, seraya memberi semangat agar nelayan tak putus asa menjemput masa depan.

“Saya akan kawal agar bisa segera direalisasikan. Tapi kita harus pahami semua ada prosesnya. Yang jelas, saya sangat peduli, karena saya juga anak nelayan,” sambungnya.

Kemudian, Prof. Rokhmin Dahuri memberikan motivasi kepada para nelayan agar terus semangat dan tidak berputus asa dalam menghadapi tantangan hidup. “Nelayan adalah tulang punggung ketahanan pangan laut. Kalian harus tetap kuat,” pesan Guru Besar IPB University ini.

Di tengah sistem birokrasi yang kadang lamban, kehadiran Prof. Rokhmin menjadi oase. Bukan hanya karena jabatannya, tapi karena ia datang dengan empati. Ia tahu betul bahwa kehidupan nelayan bukan sekadar soal tangkapan, tapi soal harapan yang kerap terombang-ambing kebijakan.

Hari ini, di Kesenden, bukan hanya suara nelayan yang terdengar. Tapi juga suara hati seorang anak nelayan yang pulang membawa janji dan tekad: memperjuangkan mereka yang dulu membesarkannya dengan keringat asin laut.

Komentar