Satgas Yonif 732/Banau Hadirkan Kehangatan di Pedalaman Papua
ASKARA - Di balik sunyi dan sejuknya alam Pegunungan Tengah Papua, sekelompok prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 732/Banau membawa kebahagiaan sederhana ke Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak. Bukan dengan senjata, melainkan dengan senyum dan sebungkus nasi kotak.
Melalui Pos Jampul yang menjadi bagian dari Komando Operasi TNI Habema, para prajurit menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk "Makan Bersama Masyarakat". Kegiatan ini menyasar seluruh lapisan warga, mulai dari anak-anak hingga mama-mama dan bapak-bapak, yang menyambut kedatangan pasukan TNI layaknya keluarga yang lama tak bersua.
“Anak-anak ini adalah harapan bangsa. Kami ingin mereka tahu, mereka tidak sendiri. Kami bukan guru atau koki, tapi kami ingin menjadi bagian dari cerita kecil mereka kelak, tentang tawa, tangis, dan persahabatan,” ujar Letda Inf Jemmy Rondonuwu, Komandan Pos Jampul, dengan mata berkaca-kaca, Minggu (20/7).
Menu yang dibagikan memang sederhana. Namun, di balik itu tersimpan makna besar tentang perhatian dan kehadiran negara di daerah yang selama ini jauh dari pusat keramaian. Sayur-sayuran yang tumbuh subur dari tanah Papua turut memperkaya hidangan, sebuah kolaborasi alam dan kasih yang tak ternilai.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, interaksi hangat antara prajurit dan warga menjadi potret kecil dari harmoni dan persaudaraan yang tumbuh di tengah keterbatasan. Senyum malu-malu dari anak-anak, canda gurau dengan para mama, dan pelukan hangat dari bapak-bapak menjadi bukti bahwa misi kemanusiaan ini menyentuh hati yang terdalam.
Satgas Yonif 732/Banau, di tengah tugas berat menjaga tapal batas negara, tidak melupakan panggilan hati nurani. Mereka hadir bukan hanya sebagai penjaga wilayah, tetapi juga sebagai pelipur lara dan penguat semangat bagi masyarakat di pelosok negeri.
Momen ini merekam bukan hanya kegiatan, melainkan makna: bahwa cinta tanah air juga berarti menjangkau mereka yang jauhdan memberi mereka harapan, satu senyum demi satu.

Komentar