Selasa, 21 Juli 2026 | 11:20
NEWS

Diteror Pendukung Jokowi, Prof Sofian Terpaksa Minta Maaf

Diteror Pendukung Jokowi, Prof Sofian Terpaksa Minta Maaf
Eks Rektor UGM klarifikasi soal ijazah Jokowi (Dok Tangkapan Layar)

ASKARA - Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2002–2007, Prof. Sofian Effendi, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya dalam sebuah video di kanal YouTube Langkah Update yang membahas keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Klarifikasi ini disampaikan Sofian di kediamannya di Padukuhan Pringwulung, Sleman, Kamis (17/7/2025).

"Saya nggak menyangka bahwa (video) dipublikasikan," ujar Sofian kepada wartawan. Ia mengaku kaget karena pernyataan dalam tayangan itu menimbulkan kegaduhan di internal kampus, seolah-olah dirinya menuduh pihak rektorat tidak menjaga kebenaran akademik.

Sofian juga mengungkapkan bahwa ia menerima ancaman dari kelompok yang mengatasnamakan "Jokowi Lovers". Menurutnya, ancaman tersebut disampaikan melalui surat yang kemudian dilansir oleh media nasional. "Isi surat itu menyatakan bahwa saya akan dilaporkan ke Bareskrim," ungkapnya.

Terkait polemik yang muncul, Sofian akhirnya menyatakan setuju terhadap pernyataan resmi Rektor UGM Ova Emilia pada 2022 yang menyebutkan bahwa ijazah Presiden Jokowi adalah asli. Namun, ia menyampaikan persetujuannya lebih karena pertimbangan sebagai bagian dari organisasi UGM.

"Sebagai anggota organisasi UGM, saya harus setuju. Walaupun secara pribadi saya punya pandangan berbeda," katanya.

Sofian mengaku tidak memiliki bukti kuat untuk menyatakan keaslian atau ketidakaslian ijazah tersebut. "Sebagai akademisi, saya perlu bukti sebelum mengambil kesimpulan," tambahnya.

Ia juga menyebut pernah mengajak para dekan di UGM untuk berdialog langsung dengan Rektor Ova Emilia guna mencari kejelasan soal isu tersebut, namun ajakannya tidak banyak mendapat respons.

Sebelumnya, Sofian telah melayangkan surat permintaan maaf dan menarik seluruh pernyataannya dalam video YouTube berjudul "Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendi... Ijazah Jokowi dan Kampus UGM." Dalam surat itu, ia juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

Pernyataan Resmi UGM

Menanggapi polemik tersebut, UGM kembali menegaskan sikap resminya melalui rilis pers tertanggal 15 April 2025 yang ditandatangani oleh Sekretaris Universitas, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu.

"UGM menyesalkan adanya pihak-pihak yang menggiring opini keliru dan tidak berdasar," tulis UGM dalam pernyataan resminya.

UGM memastikan bahwa Joko Widodo adalah alumnus Fakultas Kehutanan UGM, dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681. Ia dinyatakan lulus pada 5 November 1985, setelah menempuh proses studi sejak tahun 1980.

Prof. Sofian berharap ke depan, UGM tetap menjunjung nilai kebenaran dalam pengambilan keputusan kampus. "Agar tidak muncul lagi kasus-kasus yang merusak citra institusi akademik," tutupnya.

 

 

Komentar