Minggu, 07 Juni 2026 | 08:52
Humor

Abu Nawas Bagi Telor: Raja Tertawa, Permaisuri Bahagia

Abu Nawas Bagi Telor: Raja Tertawa, Permaisuri Bahagia
Ilustrasi Abu Nawas bagi telor: Raja tertawa, permaisuri bahagia (Dok Askara)

ASKARA - Suasana santai berubah jadi tawa renyah saat Raja Harun Al Rasyid kembali menguji kecerdasan Abu Nawas di ruang makan kerajaan. Bukan dengan teka-teki filsafat atau debat hukum langit, tapi… dengan lima butir telor!

Sang raja menyodorkan tantangan sederhana namun jebakan batman:

"Abu Nawas, ini ada lima telor. Bagikan dengan adil kepada kita bertiga. Syaratnya: tidak boleh dipotong!"

Abu Nawas, seperti biasa, tak kehilangan akal. Setelah menghela napas bijak, ia segera membagi telor itu:

1 untuk dirinya sendiri,
1 untuk Sang Raja,
dan… 3 telor langsung diserahkan kepada Sang Permaisuri.

Raja langsung bereaksi, "Lho, kamu satu, saya satu, kenapa istriku dapat tiga? Ini tidak adil!"

Dengan wajah penuh keyakinan, Abu Nawas menjawab mantap:

"Adil, paduka. Karena paduka sudah punya dua telor, saya juga punya dua. Sementara permaisuri... tidak punya sama sekali. Maka saya kasih tiga. Biar semuanya punya tiga telor."

Sejenak keheningan menyelimuti ruang makan. Sang Raja terdiam. Sang Permaisuri melirik sambil menutup mulutnya.

Lalu…

Meledaklah tawa di seantero istana.
Sang Raja tertawa hingga lepas mahkota, Sang Permaisuri tersenyum sambil berkata, "Abu Nawas, kamu memang bikin suasana jadi hangat."

"Maklum, Paduka,” ujar Abu Nawas, “tertawa itu menyehatkan, apalagi pas makan telor."

 

Komentar