Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:18
MILITER

Jaga Laut, Bangun Papua: TNI AL Gaungkan Budaya Maritim dalam Bingkai NKRI

Jaga Laut, Bangun Papua: TNI AL Gaungkan Budaya Maritim dalam Bingkai NKRI
Komandan Lantamal X/Jayapura ketika melakukan dialog interaktif di atas KRI Teluk Wondama (Dok Penlantamal X)

ASKARA - Laut bukan sekadar batas wilayah, tapi nafas kehidupan. Inilah pesan kuat yang digaungkan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) X/Jayapura, Brigjen TNI Marinir F.J.H Pardosi, dalam Dialog Interaktif bertajuk "Merawat Budaya Maritim di Papua dalam Bingkai NKRI" yang digelar di atas Geladak Helly KRI Teluk Wondama, Rabu (2/7).

Dialog ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AL hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menjaga kedaulatan perairan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa laut Papua adalah kekuatan dan masa depan bersama.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Kepala Dinas Perikanan Provinsi Papua, Wali Kota Jayapura, tokoh adat, tokoh agama, serta akademisi, yang semuanya memiliki kepedulian besar terhadap laut sebagai identitas Papua dan Indonesia.

Papua memiliki perairan yang kaya sumber daya alam dari ikan, terumbu karang, hingga potensi wisata bahari kelas dunia. Tapi di balik kekayaan itu, ada tantangan besar: perusakan ekosistem, illegal fishing, penyelundupan, hingga ancaman terhadap kedaulatan maritim.

Danlantamal X menegaskan bahwa semua persoalan itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan patroli atau operasi militer. Perlu ada pendekatan menyeluruh, mulai dari edukasi, pemberdayaan masyarakat, hingga peran aktif tokoh-tokoh lokal.

"Laut Papua adalah masa depan kita. Untuk menjaganya, TNI AL tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada keterlibatan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan pemerintah daerah. Itulah mengapa komunikasi maritim kami bangun secara kontinu," tegas Brigjen Pardosi.

Selama ini, TNI AL melalui Lantamal X/Jayapura telah menginisiasi berbagai program untuk memperkuat budaya maritim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, antara lain:

Pemberdayaan Kampung Bahari Nusantara, yang memadukan aspek keamanan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan. 

Patroli Keamanan Laut Terpadu, bekerja sama dengan instansi terkait untuk mencegah illegal fishing dan aktivitas ilegal di perairan Papua.

Pelatihan dan Penyuluhan Maritim, memberikan edukasi keselamatan laut, hukum maritim, dan pengelolaan sumber daya kepada masyarakat pesisir.

Dialog dan Sinergi Lintas Komponen, seperti yang dilakukan hari ini, untuk menyatukan persepsi dan solusi terhadap persoalan laut Papua.

Ketua MRP dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara TNI AL dan masyarakat adat Papua. Menurutnya, laut adalah bagian tak terpisahkan dari identitas Papua, sekaligus benteng utama kedaulatan Indonesia di timur.

Senada, tokoh adat dan tokoh agama mengapresiasi pendekatan TNI AL yang tidak semata-mata bersifat militeristik, tetapi lebih mengedepankan pemberdayaan dan edukasi.

Danlantamal X menutup dialog dengan penegasan bahwa TNI AL tidak ingin keterlibatan mereka di Papua hanya dipahami sebagai operasi rutin atau seremonial belaka.

"Kami ingin kehadiran TNI AL di Papua dirasakan dalam keseharian masyarakat. Laut kita jaga, budaya kita rawat, kesejahteraan kita bangun, dan keutuhan NKRI kita perkuat bersama," pungkas Brigjen Marinir Pardosi.

 

 

Komentar