Rabu, 22 Juli 2026 | 03:38
NEWS

Bahlil Semprot Dirut PLN di DPR: Data Desa Belum Berlistrik Tak Sinkron!

Bahlil Semprot Dirut PLN di DPR: Data Desa Belum Berlistrik Tak Sinkron!
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (2/7) (Dok Ocirna)

ASKARA -  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluapkan kekesalannya kepada jajaran Kementerian ESDM dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (2/7/2025). Kekesalan Bahlil dipicu ketidaksesuaian data desa yang belum teraliri listrik.

Dalam rapat yang digelar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Bahlil menyebut telah melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pemetaan daerah yang masih gelap gulita. Namun, ketika ingin memaparkan perkembangan di forum DPR, ia justru mendapati data yang simpang siur.

"Kami menyampaikan bahwa kemarin kami sudah rapat dengan Bapak Presiden. Kami sedang memetakan prioritas sambung listrik ke masyarakat yang belum dapat sambung listrik,” ujar Bahlil.

Bahlil menuturkan dirinya memahami betul bagaimana rasanya hidup tanpa listrik, mengingat masa kecilnya masih bergantung pada lampu pelita dari kaleng susu, minyak tanah, dan sumbu.

"Kalau belajar, bangun pagi, di sini hitam. Syukur kalau ke sekolah kita mandi. Kalau nggak mandi, pasti kelihatan hitamnya,” kenangnya.

Namun, rencana penyambungan listrik yang telah dikomunikasikan kepada Presiden justru tersendat karena tidak adanya data yang akurat dari internal kementerian maupun PLN. Bahlil mengaku mendapat informasi dari jajaran bahwa terdapat sekitar 5.600 desa yang harus dialiri listrik. Tapi pihak PLN menyebut jumlahnya 10 ribu desa.

"Ini nggak tahu dirjen saya yang nggak benar atau Dirut PLN-nya yang nggak benar? Kalian habis ini ketemu sama saya ya, kurang ajar kalian ini,” tegas Bahlil dengan nada tinggi.

Bahlil juga menyindir pihak PLN yang dianggap baru dalam jabatan, tetapi tetap tak memberikan data yang matang. Ia menegaskan pentingnya sinkronisasi data demi menyukseskan visi swasembada energi di bawah kepemimpinan Prabowo.

Selain soal data, Bahlil mengungkapkan Presiden Prabowo meminta penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk desa-desa terpencil. Teknologi ini dinilai lebih efisien dibanding menarik jaringan dari kota.

"Pak Presiden meminta agar desa-desa yang belum ada listriknya kita pakai PLTS. Jadi tidak perlu tarik jaringan dari ibu kota kabupaten. Cukup jaringan lokal,” ucap Bahlil.

Bahlil menegaskan, misi besar ESDM di era Presiden Prabowo adalah menghadirkan energi merata hingga ke pelosok desa. Untuk itu, akurasi data menjadi syarat utama agar program berjalan tepat sasaran.

 

 

Komentar