Sobat Muda... Ingin Kredit Disetujui? Pastikan Skor Kredit Aman di SLIK OJK!
ASKARA - Setiap catatan utang hingga skor kredit seseorang kini tercatat rapi dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sistem ini menjadi rujukan utama lembaga keuangan dalam menilai kelayakan calon debitur sebelum menyetujui pengajuan pinjaman.
Melalui akun resmi Instagram @kontak157, OJK mengingatkan pentingnya menjaga skor kredit. "Namanya SLIK (OJK Checking), semua cicilan dan kreditmu tercatat di sana. Jangan sampai rapormu merah gara-gara lupa bayar paylater ya, sobat!" tulis OJK, Minggu (29/6/2025).
SLIK menyimpan berbagai data pinjaman, baik individu maupun badan usaha. Data ini mencakup pinjaman online (paylater) yang terdaftar di OJK, Kredit Tanpa Agunan (KTA), kartu kredit, kredit kendaraan bermotor, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Skor kredit yang tinggi menunjukkan riwayat pembayaran yang baik, sehingga meningkatkan peluang pengajuan kredit disetujui. Sebaliknya, skor rendah mencerminkan risiko, dan dapat menjadi penghambat dalam proses pengajuan pinjaman.
"Mau cicil rumah atau mobil impian? Ayo jaga rapor keuanganmu dengan bayar cicilan," imbau OJK.
Sebagai sistem yang menggantikan BI Checking atau Sistem Informasi Debitur (SID) yang sebelumnya dikelola oleh Bank Indonesia, SLIK memiliki berbagai fungsi penting:
Mendukung pengawasan keuangan: OJK menggunakan SLIK untuk mengawasi kinerja lembaga keuangan.
Menyediakan data kredit: Lembaga keuangan dapat menilai risiko calon debitur melalui riwayat kredit yang tercatat.
Meningkatkan disiplin keuangan: Masyarakat lebih sadar dan bertanggung jawab dalam mengelola pinjaman dan cicilan.
Untuk kemudahan akses, masyarakat kini bisa mengecek status kredit mereka secara mandiri melalui aplikasi iDebku dari OJK. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengetahui informasi debitur yang tercatat dalam SLIK secara cepat dan aman.
SLIK menjadi alat penting dalam sistem keuangan nasional, tidak hanya untuk menjaga kesehatan kredit individu, tetapi juga sebagai dasar pengambilan keputusan lembaga keuangan dalam menyalurkan kredit.

Komentar