Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:15
OPINI

Analisis Warna Jajanan Pasar: Kunci Memilih Camilan yang Aman dan Sehat

Analisis Warna Jajanan Pasar: Kunci Memilih Camilan yang Aman dan Sehat
Analisis warna jajanan pasar (Dok Freepik)

Oleh: Dea Nadila
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

ASKARA - Jajanan pasar merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia. Mulai dari kue basah, kue kering, hingga aneka minuman dingin, jajanan ini tak hanya menggoda lidah, tetapi juga memanjakan mata dengan tampilan warna-warni yang menarik. Namun, di balik keindahan warna tersebut, tersembunyi potensi bahaya dari penggunaan pewarna sintetis yang berisiko bagi kesehatan.

Oleh karena itu, analisis warna pada jajanan pasar menjadi langkah penting dalam memilih camilan yang aman dan menyehatkan.

Mengapa Warna pada Jajanan Pasar Perlu Diperhatikan?

Warna pada makanan bukan sekadar hiasan estetika, melainkan juga dapat menjadi indikator keamanan pangan. Secara umum, pewarna makanan terbagi menjadi dua jenis:

Pewarna alami, seperti dari kunyit, daun pandan, atau bunga telang, yang relatif aman untuk tubuh.

Pewarna sintetis, yang dibuat dari bahan kimia. Beberapa di antaranya masih diperbolehkan penggunaannya secara terbatas, seperti Ponceau 4R, Carmoisin, Brilliant Blue, Tartrazin, dan Allura Red (Handayani & Larasati, 2018).

Namun, tidak sedikit produsen nakal yang menggunakan pewarna tekstil berbahaya, seperti Rhodamin B dan Methanil Yellow, karena harganya murah dan memberi warna mencolok. Padahal, kedua zat ini bersifat karsinogenik, berpotensi menimbulkan kanker dan kerusakan organ tubuh bila dikonsumsi dalam jangka panjang (Anjasmara et al., 2017).

Ciri-ciri jajanan yang mengandung pewarna berbahaya antara lain:

Warna sangat mencolok dan menyala.

Terlihat mengilap atau tidak merata.

Ada bagian warna yang menggumpal atau menempel tajam.

Teknologi Canggih Ungkap Bahaya Tersembunyi dalam Jajanan Pasar

Warna mencolok memang menarik, tetapi bisa menjadi petunjuk penting terhadap adanya zat berbahaya. Berbagai teknologi analitik kini tersedia untuk mendeteksi pewarna sintetis pada makanan:

Kromatografi Lapis Tipis (TLC): Teknik sederhana namun efektif untuk memisahkan dan mengidentifikasi pewarna berbahaya seperti Rhodamin B (Mogi & Ga’a, 2025).

Spektrofotometri UV-Vis: Mengukur konsentrasi zat warna dengan melihat seberapa besar cahaya diserap oleh sampel (Husani et al., 2021).

Teknologi ini sangat membantu dalam pengawasan mutu pangan oleh instansi terkait. Namun, edukasi kepada konsumen juga tetap penting.

Tips Sederhana Memilih Jajanan Pasar yang Aman

Sebagai konsumen, kita dapat melakukan deteksi awal dengan cara sederhana. Berikut beberapa tips memilih jajanan yang aman:

1. Perhatikan Warna


Hindari makanan dengan warna terlalu terang atau menyala tidak wajar.

2. Cek Label dan Informasi Produk


Untuk produk kemasan, pastikan mencantumkan nama produk, daftar bahan, berat bersih, nama dan alamat produsen, serta tanggal kedaluwarsa.

3. Amati Aroma dan Tekstur


Pewarna sintetis sering memiliki bau menyengat dan membuat tekstur makanan menjadi terlalu kenyal atau lengket.

4. Pilih Penjual Terpercaya


Belilah dari produsen atau penjual yang telah memiliki izin edar resmi dan reputasi baik.

Penutup

Analisis warna pada jajanan pasar bukan sekadar aspek visual, melainkan bentuk kesadaran akan pentingnya keamanan pangan. Dengan mengenali ciri-ciri pewarna yang aman dan berbahaya, serta didukung oleh teknologi dan pengawasan mandiri, kita dapat menjadi konsumen yang cerdas dan menjaga kesehatan keluarga dari camilan yang tampak menarik namun berpotensi berbahaya.

 

 

Komentar