Goris Lewoleba: Menjadi Guru Itu Menyenangkan, Ilmu Semakin Dibagi Semakin Banyak
ASKARA – Tokoh pendidikan asal Nusa Tenggara Timur, Goris Lewoleba, menyampaikan pandangannya tentang makna menjadi seorang pendidik. Dalam sebuah pernyataan inspiratif, Goris menegaskan bahwa profesi guru bukan hanya mulia, tetapi juga menyenangkan karena menyebarkan ilmu pengetahuan kepada generasi penerus.
“Menjadi guru itu menyenangkan, karena kita membagi ilmu pengetahuan kepada orang lain. Sepotong roti semakin dibagi akan semakin habis, tetapi ilmu pengetahuan semakin dibagi justru akan semakin banyak,” ungkap Goris, Kamis (5/6).
Pernyataan tersebut menggambarkan filosofi dasar pendidikan sebagai proses yang tidak pernah merugikan siapa pun. Berbeda dengan materi yang bisa habis jika dibagi, ilmu justru tumbuh, menyebar, dan berkembang ketika diajarkan kepada orang lain.
Goris menambahkan, dalam konteks dunia yang terus berubah dan berkembang, guru memegang peran penting dalam menjaga agar nilai-nilai pengetahuan dan karakter tidak hilang. “Guru bukan hanya mengajarkan mata pelajaran, tapi juga membentuk cara berpikir, sikap, dan masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali menaruh hormat pada profesi guru, serta mendorong generasi muda agar tidak ragu untuk memilih jalan pengabdian di dunia pendidikan.
Pernyataan Goris ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, terutama para penggerak pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), yang selama ini menjadikan semangat berbagi ilmu sebagai fondasi kerja mereka.
“Pendidikan bukan sekadar soal kurikulum, tapi tentang semangat berbagi dan membangun manusia. Guru adalah agen perubahan sejati,” pungkas Goris.

Komentar